Para pelajar kesurupan ini rata-rata adalah pelajar wanita, pengamatan
detiksurabaya.com, hanya ada satu pelajar pria yang mengalami kesurupan, yakni Yois, kelas XI IPA 1.
Sementara siswa terparah akibat kesurupan atas nama, Rendra Puspita Sari,
siswi kelas XI IPA 2. Rendra tampak terus meronta dan berteriak histeris. "Jangan pegang saya, lepaskan saya, ayo pergi semua pergi jangan mendekat di sini," teriak Rendra berkali-kali.
Untuk menghindari banyaknya korban, pihak sekolah terpaksa memulangkan lebih awal utamanya pelajar wanita, sementara pelajar pria diminta untuk membantu memberikan pertolongan kepada pelajar yang kesurupan.
Saking banyaknya pelajar yang kesurupan, pihak sekolah mengevakuasi korban ke tempat seadanya, seperti mushola, ruang guru dan ruang kelas lainnya. Bahkan, ada sejumlah wartawan dari radio juga ikut membantu sejumlah siswa yang kesurupan.
Pelajar yang tidak bisa disembuhkan terpaksa diantar ke rumah masing-masing oleh pihak sekolah. Kabar itu begitu cepat menyebar ke orang tua siswa yang mengalami kesurupan, sebagian orang tua siswa ini tampak mendatangi sekolah.
Kesurupan tidak kali ini saja terjadi di sekolah di Jalan Raya Baluran Situbondo. Menurut guru bimbingan konseling Bambang Sumantri, hampir setiap hari di sekolah itu selalu saja ada pelajar yang kesurupan. "Ya jumlahnya tidak sebanyak ini, paling hanya ada satu dua orang, itupun tidak terlalu parah," tambahnya.
Disinyalir kesurupan ini disebabkan sebuah lukisan siswa yang dicopot di kelas XI IPA 2. Lukisan itu bergambar wanita memegang botol miras, wajah wanita dalam lukisan juga tampak mengerikan. Lukisan itu sebagai pesan moral kepada pelajar. "Ya tujuannya bagus sih (Lukisan itu dipajang, red), agar pelajar tahu akibat dari minuman keras itu," kata salah satu siswa, Rendra Puspita Sari.
(fat/fat)











































