Menurut keterangan Maji (35), adik ipar korban jika sejak kemarin sekitar pukul 13.00 WIB, dirinya mengantar korban bersama anaknya menuju Sungai Ampuh berada di Jalan Raya Dadaprejo Kecamatan Junrejo, Kota Batu.
"Kemarin saya turunkan di sini, korban membawa anaknya dan alat pancing, memang pamitnya akan memancing," kata Maji saat ditemui detiksurabaya.com di
lokasi kejadian, Senin (22/11/2010).
Namun hingga malam hari, Maji mengaku didatangi Meri (35), istri korban yang mengaku suami dan anaknya belum kembali. Setelah dicari di beberapa tempat tak juga menemukan korban, keluarga kemudian melapor ke polisi. "Katanya belum pulang dari mancing, ya saya kemudian melapor ke polisi," ungkapnya.
Maji yang juga tinggal berdekatan dengan korban menyakini kakak ipar dan
keponakan hanyut ketika memancing. Karena sejak kemarin sore hujan mengguyur wilayah Junrejo, hingga mengakibatkan debit air sungai meluap. "Mungkin mancingnya di pinggir, ketika terjadi banjir, hanyut," tegasnya.
Secara rerpisah Suyono (40), warga setempat mengakui kemarin sore sempat terjadi banjir di sungai tersebut. Dengan terlihat meningginya debit air. "Kalau mancingnya di pinggir atau dibawah jembatan, ya pasti terseret banjir mas," tuturnya.
Sampai kini upaya pencarian terhadap korban, hanya dilakukan oleh beberapa warga serta keluarga yang datang ke lokasi. Tim SAR sendiri belum diterjunkan ke lokasi. "Tim SAR masih perjalanan mas, baru saja dihubungi," ujar salah satu petugas Polsek Junrejo di tempat kejadian.
Kabar hilangnya korban bersama putranya ini menarik perhatian warga sekitar hingga berjebul mendatangi lokasi kejadian. Para pengguna jalan melintas juga menyempatkan diri berhenti, karena lokasi Sungai Ampuh berada di akses jalan Malang menuju Kota Batu.
(fat/fat)











































