Luka berat tidak hanya di bagian kaki kiri saja. Kaki kanan korban tampak mengelupas hebat akibat terjilat api yang menyambar dari tabung gas yang meledak. Bahkan, ledakan hebat yang mengancurkan bagian dapur menyebabkan patahan kayu dapur menancap di bagian dada dan leher korban.
Saking kuatnya ledakan, ada serpihan kayu yang masuk ke tenggorokan korban. Melihat kondisi korban yang mengenaskan itu, warga sekitar langsung melarikan korban menuju Rumah Sakit Pamekasan yang dinilai memiliki peralatan medis yang lebih lengkap ketimbang RSUD Dr Mohamad Anwar Sumenep.
Korban tiba di UGD RSD Pamekasan sekitar jam 14.15 WIB. Melihat luka korban yang sangat parah itu, paramedis langsung memberikan perlakuan anestesi atau pembiusan total. Begitu korban sudah terbius, tiga orang paramedis yang dipimpin Bustamin langsung mengambil serpihan kayu yang menancap di leher, dada, paha kaki kanan dan kaki kiri.
"Kami juga sempat mengeluarkan serpihan kayu kecil dari dalam tenggorokan korban," ujar Bustamin ditemui di ruang UGD seusai merawat korban.
Bustamin yang juga kepala perawat UGD itu, mengatakan jika stamina Abdi cukup kuat. Dengan luka para dan kaki kiri hancur, Abdi masih menjawab pertanyaan wartawan.
Menurut Abdi, sebelum terjadi ledakan hebat di dapurnya, Abdi mencium bau gas yang sangat pekat. Abdi lalu masuk kedalam dapurnya. "Saya belum bertindak apa-apa, namun tabung gas itu keburu meledak. Setelah ledakan saya tidak ingat apa-apa. Saya baru tersadar setelah sampai di Rumah Sakit Pamekasan," tutur Abdi, yang ditemui di kamar isolasi ruang UGD RSD Pamekasan.
Melihat kondisi luka di badan Abdi, Bustamin memprediksi korban ledakan gas itu akan dirujuk ke RSU Dr Soetomo. "Meski peralatan medis di Pamekasan cukup memadai, namun melihat luka dan tubuh korban yang terbakar sekitar 60% itu memerlukan perawatan yang lebih intensif lagi di rumah sakit Surabaya," ujar Bustamin.
Sementara, Roniah (25), istri korban tampak tabah melihat kondisi suaminya yang
terluka parah. Roniah hanya bisa berdoa sambil mendepak anaknya yang masih balita. "Semoga suami saya bisa sembuh dan selamat," ujar wanita berjilbab itu kepada wartawan dengan suara lirih.
(bdh/bdh)










































