Truk nopol D 8697 VF bermuatan cabe yang akan dikirim ke Tangerang itu disopiri oleh Umar Juned (40), warga Sawojajar, Malang, dan keneknya Riyadi (45) warga Desa/Kecamatan Paserpan, Pasuruan.
"Sopirnya tewas. Sedangkan satu temanya hanya luka-luka," kata Bambang, salah satu warga di lokasi kejadian.
Diceritakanya, peristiwa maut ini terjadi sekitar pukul 05.00 WIB. Ketika itu, truk melaju dengan kecepatan tinggi tiba-tiba menabrak pembatas jalan. Kemudian menghantam tiang reklame dan empat pohon hingg tumbang. "Saking kencangnya, truk sampai terbalik dan rusak parah. Sedangkan pengemudinya terjepit di dalam," sambungnya.
Evakuasi berjalan sampai sekitar dua jam. Terhitung mulai dari upaya mengeluarkan sopir yang terjepit sampai evakuasi terhadap truk yang melintang di jalan kota tersebut.
"Setelah berhasil diangkat, kedua kaki sopir patah dan sejumlah luka di tubuhnya hingga mengakibatkan ia tewas. Sedangkan keneknya hanya mengalami luka di punggung," ujar Bambang.
Karena truk terbalik, cabe yang berada di bak truk tersebut berserakan di jalan. Alhasil, sejumlah wargapun dengan enaknya mengambili cabe tersebut sambil menyaksikan peristiwa kecelakaan maut di pagi buta tadi.
Sementara, Ipda Setat, Kanit Laka Sat Lantas Polres Bojonegoro menjelaskan, dari hasil
keterangan sejumlah saksi dan pemeriksaan di lokasi kejadian, dugaan kuat penyebab kecelakaan maut ini adalah sopir truk yang mengemudikan kendaraanya dalam kondisi mengantuk.
"Diduga karena sopir mengantuk sampai akhirnya menabrak pembatas jalan, papan reklame dan empat pohon. Saat ini, korban sudah dilarikan ke RSUD dan truk telah berhasil kita evakuasi dengan mobil derek," kata Setat. (bdh/bdh)










































