Untuk pertama kalinya, koleksi foto-foto milik Said Faisal Basymeleh ini dipamerkan dalam acara yang diselenggarakan Von Faber Cagar Budaya, Surabaya Heritage dan Graha Wismilak. Dari 2000 foto koleksinya, hanya 150 foto yang berhasil menjadi pilihan kurator, Eddy Samson.
"Saya sangat senang bisa menggelar pameran. Semoga bisa mengajak pengunjung
bernostalgia menikmati wajah lama kota Surabaya," kata Said Faisal yang ditemui di Graha Wismilak, Jalan Dr Soetomo, Kamis (18/11/2010).
Kegemaranya mengumpulkan perangko, cerita Said, berawal saat ia berkunjung ke Belanda pada tahun 90-an. Ia menemukan sebuah perangko bergambar toko sarung milik kakenya di Jalan Panggung. Ia merasa tersentuh, lalu ia membelinya.
Ternyata kebiasaan itu tidak berhenti hingga kini. Ia masih tetap mencari
foto-foto kota Surabaya tempo dulu. Bahkan, ia dibantu kawan-kawannya yang
tinggal di Belanda untuk mengumpulkan foto-foto klasik itu.
"Foto-foto itu mayoritas saya dapatkan dari Belanda. Mungkin karena dulu Belanda pernah menjajah Indonesia, dan kini para cucunya tak ingat dan tak merasa memiliki gambar yang ada di perangko itu. Lalu ya di buang atau dijual di toko antik di Belanda. Saya banyak berbelanja di Antique Shop di Belanda, semuanya menggambarkan Indonesia," paparnya.
Bagi pengunjung yang ingin menyaksikan pameran ini, bersiaplah berkeliling Kota Surabaya tempo dulu. Anda akan digiring menelusuri daerah Tanjung Perak, Wonokromo, melewati Kalimas, Jembatan Merah, Kembang Jepun, Mbibis, Songoyudan, Slompretan, KH Mansyur, Veteran, Kebonrojo, Gubeng, Tunjungan, Simpang Raya Darmo, Tegalsari hingga Diponegoro.
"Saya bangga karena menjadi arek Suroboyo, semua foto-foto ini saya dapat dari toko antik yang tersebar di Kota Leiden, Rotterdam, dan Den Hag. Maka semoga bisa memenuhi kerinduan kita kepada suasana Surabaya tempo dulu," pungkas pria yang tinggal di Jalan KH Mansyur 185 Surabaya ini.
(fat/fat)










































