Jasad Suminto ditemukan pertama kali oleh istrinya Sumarni (55) dan anaknya Suparni (32), Kamis (18/11/2010). Saat itu keduanya baru saja terbangun dari tidur dan mendapati korban tewas tergantung dengan seutas tali plastik. Dari temuan tersebut keduanya langsung berteriak histeris, hingga mengundang datangnya warga sekitar.
"Saya yang tahu pertama kali dan langsung teriak. Setelah itu ibu menyusul dan ikut berteriak," ungkap Suparni kepada wartawan yang menemuinya di lokasi kejadian.
Terkait penyebab kenakatan ayahnya gantung diri, Suparni mengaku tak mengetahui secara pasti. Meski demikian dia mengungkapkan, dalam beberapa bulan terakhir korban mengeluhkan sakit asma yang dideritanya.
"Bapak mengaku lelah berobat, sakit kok gak sembuh-sembuh. Kami sendiri sebenarnya masih sanggup mengobatkan, tapi bapak malah memilih cara seperti ini," jelas Suparni lirih.
Warga yang berdatangan, sebagian diantaranya langsung melaporkan kejadian ini ke Mapolsek Bagor, yang tak berselang lama disusul Tim Identifikasi Satreskrim Polres Nganjuk. Hasil olah TKP, polisi tak menemukan adanya tanda-tanda penganiayaan dan menduga korban tewas akibat gantung diri.
Atas dasar tidak adanya temuan mencurigakan, polisi memilih melakukan penyelidikan tanpa membawa jasad korban ke rumah sakit. Usai sejumlah saksi diperiksa di lokasi kejadian, polisi menyerahkan jasad korban ke keluarganya untuk selanjutnya dimakamkan.
(fat/fat)











































