Bapak Satu Anak Ditemukan Tewas dengan Pisau di Perut

Bapak Satu Anak Ditemukan Tewas dengan Pisau di Perut

- detikNews
Rabu, 17 Nov 2010 17:44 WIB
Nganjuk - Saat masyarakat asyik merayakan Idul Adha, warga Desa Sukoharjo Kecamatan Wilangan Nganjuk, dikejutkan penemuan tubuh Sukiran (55) dengan pisau menancap di perut. Selain itu ada luka bekas tusukan di leher dan punggung.

Jasad bapak satu anak ini ditemukan pertama kali oleh istrinya Saniyem (53) dan anaknya Darwati (28), dengan kondisi terlentang bersimbah darah di dapur rumahnya. Kondisi korban ditemukan terikat kabel listrik.

Istri dan anaknya berteriak histeris yang mengundang warga berdatangan. Kejadian ini pun langsung dilaporkan ke Polsek Wilangan.

Salah seorang kerabat korban, Sationo (35) mengatakan, pihak keluarga sangat terpukul dengan kejadian ini. Meski begitu dirinya mengaku tidak tahu menahu siapa yang telah tega membunuh kerabatnya, karena korban selama ini dikenal tak memiliki musuh.

"Pakdhe (korban,red) itu sangat supel, temannya banyak. Saya sangat tidak menyangka kalau beliau harus meninggal dengan cara seperti ini," ungkap Sationo kepada wartawan di rumah duka, Rabu (17/11/2010).

Sementara Kapolsek Wilangan AKP Dasiyanto mengungkapkan, dari hasil olah TKP pihaknya menemukan 2 luka bekas tusukan di tubuh korban, serta tusukan dengan pisau masih tertancap di bagian perut. Polisi juga menemukan darah berceceran di tempat tidur korban. Korban diduga tewas akibat pembunuhan.

"Arahnya memang pembunuhan. Tapi siapa pelakunya belum dapat kami simpulkan, semua masih dalam proses penyelidikan," ungkap Dasiyanto.

Untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut polisi mengevakuasi jasad korban ke RS Bhayangkara Kota Kediri, serta mengamankan sejumlah alat bukti. Polisi juga mengamankan istri dan anak korban, serta menantunya Sutomo (30), untuk kepentingan pemeriksaan lanjutan.

"Sejauh ini hanya keluarga korban saksinya, karena memang mereka yang menemukan dan yang ada di rumah saat kejadian. Kami belum simpulkan korban dibunuh anggota keluarganya, tapi mereka akan kami periksa," tegas Dasiyanto.

(fat/fat)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini