Stok BBM Langka, Warga Kediri Antre Panjang

Stok BBM Langka, Warga Kediri Antre Panjang

- detikNews
Rabu, 17 Nov 2010 11:41 WIB
Kediri - Bantahan terjadi kelangkaan BBM di Jatim oleh Pertamina UPMS V Surabaya, tidak sepenuhnya benar. Di Kediri kelangkaan terus terjadi. Itu ditandai terjadinya kekosongan stok di sejumlah SPBU. Akibatnya, lokasi yang masih menjual BBM menjadi sasaran masyarakat, hingga antre panjang.

Pantauan detiksurabaya.com, Rabu (17/11/2010) pagi, kekosongan stok BBM diantaranya terjadi di SPBU Ngadisimo di Kelurahan Ngadirejo dan SPBU Semampir, Kecamatan Kota, SPBU Tamanan, Lirboyo dan SPBU Paron di Kabupaten Kediri.

Sementara yang memiliki stok adalah SPBU Joyoboyo dan Katang di Desa Sukorejo, Kecamatan Ngasem. Di 2 lokasi ini antrean pencari BBM bahkan mengular dengan panjang mencapai 300 meter, keluar hingga ke tepi jalan di depan SPBU tersebut.

"Antre saja saya sudah setengah jam, nggak tahu pas bagian saya masih ada bensin apa tidak," ungkap Dian, salah seorang warga Desa Gogorante, Kecamatan Ngasem dengan nada kesal.

Kekesalan yang sama juga disampaikan Faisal, warga Kelurahan Ngadirejo, Kecamatann Kota. Dia menduga kelangkaan BBM ini akibat keputusan pemerintah yang melaksanakan program pengalihan ke pertamax tanpa didahului adanya ujicoba dan sosialisasi.

"Terlalu cepat kalau masyarakat sudah harus dipaksa pakai pertamax, karena memang harganya juga beda cukup banyak," kata Faisal dengan nada ketus.

Sementara Ichsan, salah seorang petugas di SPBU Katang mengatakan, kelangkaan BBM di tempatnya sudah terjadi sejak Selasa (16/11/2010) siang kemarin. Ini diakibatkan oleh terjadinya pengurangan pasokan dari Surabaya hingga 50%.

"Alasannya kok dikurangi apa kami tidak tahu. Pokoknya saat melakukan pengajuan, sudah disampaikan ke kami tidak bisa seperti biasanya," ungkap Ichsan.

Dia hanya berharap pasokan BBM bisa dikembalikan seperti semula, karena minimnya stok juga berpengaruh pada omzet SPBU tempatnya bekerja. "Kalau pasokan sedikit secara otomatis cepat habis, belum lagi kalau terjadi antrean begini," tukasnya.

Sebelumnya, Pertamina UPMS V Surabaya membantah telah terjadi kelangkaan BBM di Jatim. Terjasinya kekosongan stok di sejumlah SPBU, dianggap lebih dikarenakan tersendatnya proses distribusi.

Terjadinya kelangkaan BBM di tingkat SPBU ini dimanfaatkan sejumlah pedagang kelas eceran. Berdalih pencarian yang susah, mereka menaikkan harga daganganya hingga Rp 7.000 per liter.

"Ganti ongkos bensin muter-muter (putar-putar), Mas," kata Supar, salah seorang pedagang bensin eceran di Kelurahan Balowerti, Kecamatan Kota, ditanya mengenai alasannya menaikkan harga jual bensin.

(fat/fat)
Berita Terkait