Pantauan detiksurabaya.com, ratusan warga dan santri Pondok Pesantren (Ponpes) Salaf Singa Putih Muftaridin sangat khusyuk melakukan salat di halaman Ponpes.
"Kami memang melaksanakan salat Ied lebih awal dari ketetapan PB (PBNU). Namun begitu bukan berarti kami merupakan aliran lain di luar NU. Kami NU tulen," jelas KH M Syaifullah Arif Billah, pengasuh Ponpes saat ditemui detiksurabaya.com seusai
pelaksanaan salat.
Kyai Sayifullah, meninta agar masyarakat tidak membesar-besarkan perbedaan kecil
tersebut. Pihaknya memutuskan salat Ied lebih awal dari jadwal yang ditetapkan PBNU
dan pemerintah, dengan dasar mengikuti apa yang dilakukan di Mekkah, Arab Saudi.
"Tidak ada masalah, perbedaan itu hikmah. Tak usah dibesarkan," Kyai berambut
panjang ini.
Sementara, ratusan jamaah salat Ied tersebut adalah para santri ponpes dan warga NU
setempat. Menurut Kyai Syaifullah, warga dengan sukarela mengikuti salat Ied hari
ini. Tidak ada ajakan dari pihak ponpes.
"Pihak ponpes hanya menginformasikan pada warga akan melakukan salat Ied selasa
hari ini," pungkasnya.
(bdh/bdh)










































