Pantauan detiksurabaya.com menunjukkan, salat Idul Adha oleh warga NU hari ini diantaranya di Masjid Jami' Al-Huda, Kelurahan Ngadirejo, dan Masjid Kelurahan Dandangan, Kecamatan Kota. Sedikitnya 2.500 orang mengikuti salad ied di 2 tempat.
"Hari ini memang kami laksanakan salat ied, lebih awal dari yang ditetapkan PB (PBNU). Jadinya ya seperti ini, jama'ahnya lebih sedikit dibandingkan kalau jadwal salatnya bersamaan," kata Miftah, salah seorang takmir Madjid Jami' Ah-Huda, saat ditemui detiksurabaya.com seusai pelaksanaan salat.
Miftah menambahkan, pihaknya memutuskan salat ied lebih awal dari jadwal yang
ditetapkan PBNU dan pemerintah, dengan dasar mengikuti apa yang dilakukan di Mekkah, Arab Saudi. PCNU Kota Kediri sebelumnya telah diberi kabar dan tidak mempermasalahkan. "Perbedaan itu kan biasa dan ini bukan yang pertama,"
sambungnya.
Sementara Ketua PBNU KH. Said Aqil Siradj dikonfirmasi adanya perbedaan jadwal pelaksanaan salat ied di Kediri, mengaku juga tidak mempermasalahkan. Menurutnya PBNU dan pihak yang memutuskan jadwal salat ied berbeda, memiliki dasar masing-masing dalam penetapan.
"Kita berpedoman pada hadist. Dalam hadist itu sudah jelas disampaikan bahwa rukyah dasar untuk menentukan awal bulan Hijriah. Jika ada perbedaan, mari kita hormati perbedaan itu," jelas Kang Said, sapaan akrab KH.Said Aqil Siradj saat dikonfirmasi detiksurabaya.com lewat telepon.
(fat/fat)










































