Sekitar 1.000 pendemo yang mengatas namakan Front Pemuda Kangean (FKP) menuntut pelayanan pemerintah lebih baik sehubungan dengan sering padamnya listrik dari PLN. Pemerintah dinilai kurang pro aktif serta kurang maksimal memberikan pelayanan publik, sehingga warga Kangean dirugikan.
Karena jawaban camat Arjasa tidak sesuai dengan yang diharapkan, maka massa yang emosi langsung menyiram air comberan ke muka camat. Kericuhan pun tak terhindarkan.
Koorlap aksi FPK Sumenep, Regal, mengatakan, warga Kangean selalu dikecewakan dengan sikap pemerintah yang kurang proaktif dengan kesejehteraan masyarakat.
"Suatu hal yang wajar kalau warga harus protes dan selalu menuntut hak-haknya sebagai warga," ujar Regal, dalam orasinya, di depan kantor Kecamatan Arjasa, Sumenep, Senin (15/11/2010).
Para pendemo membawa berbagai spanduk bertuliskan kecaman terhadap layanan pemerintah itu juga melakukan aksi serupa di kantor PLN dan Polsek setempat.
Bahkan, saat aksi di polsek juga sempat tegang dengan polisi. Pendemo mendesak agar
menghentikan pemanggilan saksi sehubungan dengan kericuhan demo sebelumnya yang
melakukan segel kantor camat.
Puas berorasi, para pendemo akhirnya membubarkan diri dengan tertip. Namun, mereka
mengancam bakal menggelar demo lebih besar lagi bila pelayanan PLN dan pelayanan
publik tidak dibenahi.
(bdh/bdh)











































