"Saya tak mendengar siiene berbunyi. Padahal kalau ada kereta lewat, sirenenya berbunyi," kata Heru kepada detiksurabaya.com di lokasi, Minggu (14/11/2010).
Heru mengaku bahwa sore itu dirinya akan ke Sidoarjo. Dari rumahnya di Jalan Candi Jaya, Heru berangkat melewati perlintasan kereta di sekitar rumahnya. Perlintasan tersebut memang tak berpalang pinu, tapi ada rambu dan sirine yang akan berbunyi jika kereta lewat. Karena tak ada bunyi sirine maka Heru terus saja melajukan mobilnya.
Tetapi saat berada di tengah perlintasan, mesin mobil berwarna hitam itu tiba-tiba mati. Pensiunan PNS Dinas Pendidikan Sidoarjo itu kaget saat melihat ada kereta melaju ke arahnya. Karena laju kereta terus mendekat, tanpa berpikir panjang Heru langsung keluar mobil untuk menyelamatkan diri.
"Saya langsung keluar mobil menyelamatkan diri," tambah Heru.
Mobil tersebut memang langsung tertabrak KA Komuter yang berangkat dari Stasiun Porong itu. Akibat kerasnya tabrakan, kondisi mobil ringsek setelah terseret sejauh kurang lebih 100 meter. KA Komuter sendiri sempat berhenti selama 10 menit sebelum melanjutkan perjalanan. Sedangkan bangkai Katana yang ringsek oleh warga langsung dipinggirkan agar tak mengganggu jalannya kereta yang lain.
(iwd/wln)











































