Bermain dengan bayang-bayang ancaman sanksi dari PSSI karena terlibat LPI, Persema setidaknya memuaskan suporternya yang menyaksikan pertandingan ini di Stadion Gajayana, Malang, Jumat (12/11/2010), dengan banyak gol.
Sementara itu tim Indo Holland, yang bermaterikan pemain-pemain Belanda keturunan Indonesia, tampil berbeda dengan aksi pertama mereka dua hari lalu di Surabaya, saat menang 2-1 atas Surabaya FC. Boleh jadi kelelahan menjadi sebuah faktor lain dari kekalahan mereka hari ini.
Persema menguasai permainan hampir di sepanjang pertandingan. Tim asuhan Timo Schunemann itu membuat Indo Holland bermain dalam tekanan. Ngon Mamoun, Reza Mustofa dan M. Kamri mengontrol lapangan tengah, Roby Gaspar pun membuat lini belakang lawan kerepotan.
Reza menyumbangkan dua gol di menit sembilan dan 40, setelah diselingi gol Ngon Mamoun di menit 30. Papan skor di akhir babak pertama mempelihatkan angka 3-0 untuk tuan rumah.
Di awal babak kedua kiper Indo Holland Reb Vermeulen sudah kembali memungut bola dari gawangnya, setelah tak mampu membendung sundulan M. Kamri di menit 48. Persema tampak semakin nyaman.
Indo Holland mencuri gol dari tendangan penalti di menit 74, yang dieksekusi oleh Stephan Rahantoknam. Keputusan penalti dibuat wasit Yaser Abdul Rauf setelah Kasan Soleh menjatuhkan seorang pemain lawan.
Skor 4-1 tidak bertahan lama. "Laskar Ken Arok" berhasil menambah gol lagi melalui tandukan bek Ebanda Herman. Kemenangan Persema dilengkapi Jaya Teguh Angga dan pertandingan selesai di skor 6-1.
Seluruh pemasukan dari pertandingan ini akan disumbangkan untuk korban letusan Merapi di Yogyakarta dan sekitarnya.
(bdh/bdh)











































