Deddy Harianto, petugas Malang Tourist Information yang juga membuka agency travel wisata bagi wisman mengaku, kebijakan itu akan berdampak pada kunjungan wisatawan hingga 60 persen. Karena dalam paket travel yang dibuat agency para tamu diantar hingga puncak kawah Gunung Bromo.
"Mungkin kita hanya antar sampai penanjakkan setelah itu kembali pulang, pasti bagi wisman yang ingin mendekat ke kawah Bromo akan kecewa," katanya kepada detiksurabaya.com di Kantor Malang Tourist Informations di Jalan Jenderal Basuki Rachmad, Jumat (12/11/2010).
Deddy mengakui bahwa sejumlah wisman mayoritas asal negara-negara di Eropa itu juga ada yang tidak berani mendekat ke kawah, tapi itu hanya sebagian kecil saja. Sebagai alternatif mendongkrak pemasukan, pihaknya mencoba mengalihkan jalur paket wisata. Salah satunya menggabung jalur wisata Bromo hanya sampai penanjakkan dengan Kawah Ijen.
"Mungkin setelah mengantar wisman sampai penanjakkan, kita teruskan ke Kawah Ijen," tuturnya.
Dia mengungkapkan, untuk paket wisata kawah Bromo, pihaknya memasang harga sebesar Rp 350 ribu plus akomodasi serta makan untuk satu orang. Perjalanan ditempuh hingga 12 jam. Jika nantinya rute paket wisata digabung dengan Kawah Ijen, harga juga menyesuaikan.
"Tiap kita memberangkatkan 20 hingga 50 orang. Dan sebelumnya ada rekomendasi kita antar sampai kawah Bromo," ungkapnya.
Malang Tourist Informations sendiri secara resmi telah menerima surat penutupan Gunung Semeru dan Bromo dari Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru. Pihaknya akan berupaya memberikan penjelasan kepada para tamu yang menginginkan berkunjung ke kawah Bromo terkait kebijakan ini.
Menurutnya, kebijakan ini sudah pernah dikeluarkan pasca meletusnya Gunung Bromo pada tahun 2004. Tapi baru diperketat untuk melaksanakan aturan penutupan sejak hari ini.
Alternatif lain ditempuh Kalimetro Agency dan Travel yang biasanya memilih rute kawah Bromo sebagai tujuan wisata, terkait kebijakan ini. Dengan mengalihkan tujuan kawah Bromo ke obyek wisata lain, yang masih di kawasan tersebut.
"Mungkin kita alihkan ke Ranupane, dengan melintasi lautan pasir, sebagai pengganti dilarangnya mendekat ke kawah Bromo," ungkap pengelola Kalimetro Agency dan Travel Bibin Bintariadi.
Dia juga mempertanyakan mengapa BB TNBTS baru sekarang menerapkan aturan tersebut secara ketat. Padahal semenjak meletusnya Gunung Bromo Tahun 2004 silam, kebijakan ini telah dikeluarkan. "Yang kami tanyakan mengapa baru sekarang, kok tidak dari dulu," ujarnya.
Kendati demikian, pihaknya tetap menghormati aturan yang telah dibuat. Karena menyangkut keselamatan dari wisatawan. "Saya lebih memandangnya sebagai bentuk antisipasi bagi keselamatan wisatawan, dan itu harus dilakukan. Karena kita sebagai pemilik travel, wajib menjaga keselamatan wisatawannya," tegasnya.
(wln/wln)










































