Yanti-bukan nama sebenarnya-, disetubuhi bergiliran di pinggir jalan di Desa Beru, Kecamatan Sarirejo atau berjarak 6 Km dari pusat kota. Yanti hanya bisa pasrah karena dirinya diancam dengan menggunakan pisau oleh pemuda yang menyetubuhinya.
Gadis asal Ponorogo ini sebenarnya tidak mengenal ketiga pemuda yang memperkosa dirinya. Pengakuan gadis manis ini, pada pukul 00.00 WIB, Rabu (10/11/2010), dia diajak keluar oleh pelanggan warung tempatnya bekerja. Pelanggannya itu mengajak dirinya jalan-jalan ke kawasan alun-alun Lamongan.
Di sana, dia bertemu dengan rekan kerjanya. Singkat cerita, Yanti diperkenalkan dengan teman laki-laki rekannya tersebut. Yanti bersama pelanggannya dan juga rekan temannya tersebut berboncengan bertiga ke Desa Beru. Di pertigaan jalan desa itu mereka berhenti dan mengobrol.
Kala mengobrol bertiga, datang dua pemuda. "Orang itu kemudian menarik teman saya keluar menuju satu tempat," kata Yanti dihadapan penyidik dari Polsek Sarirejo, Kamis (11/11/2010).
Usai bertemu dengan dua pemuda itu, rekan Yanti berubah sikap. Teman laki-lakinya itu terlihat ketakutan. "Dua orang lelaki itu kemudian mendekati saya dan mengancam dengan pisau ditempelkan di leher saya sambil mengancam membunuh saya kalau saya teriak," ungkapnya.
Mereka pun kemudian bergiliran memperkosa dirinya. Parahnya, laki-laki yang baru dikenal di alun-alun pun ikut-ikutan memperkosa dirinya.
Usai melampiaskan nafsu, tiga pemuda itu memaksa dirinya pulang bersama laki–laki yang mengajaknya pergi. Namun, setelah tiba di dekat pasar Sidoarjo, teman laki-lakinya ditelepon dan diminta ke dekat Perumahan Graha Indah.
"Di sini saya kemudian ditinggalkan sendirian hingga saya menangis sejadi–jadinya," tutur Yanti yang menambahkan kalau dirinya kemudian ditolong oleh satpam Perumahan Graha Indah dan membawanya ke Mapolsek Sarirejo.
Kasat reskrim Polres Lamongan, Alith Alarino mengatakan, hingga saat ini anggotanya masih mengembangkan penyelidikan. Tiga tersangka yang memperkosa Yanti masih dalam pengejaran. "Korban masih gadis di bawah umur dan kami akan bekerja ekstra untuk menangkap para tersangka," tandas Alith.
(wln/wln)










































