Lelang Pengadaan Barang di Dispendik Situbondo Dijaga 'Preman'

Lelang Pengadaan Barang di Dispendik Situbondo Dijaga 'Preman'

- detikNews
Rabu, 10 Nov 2010 16:29 WIB
Situbondo - Pelelangan proyek pengadaan barang dengan total anggaran kurang lebih Rp 1,8 milyar, di lingkungan Dinas Pendidikan (Dispendik) Situbondo berlangsung ricuh. Pasalnya, proses pendaftaran lelang tersebut 'dijaga' ketat oleh sejumlah 'preman'.

Dari pengamatan detiksurabaya.com, Rabu (10/11/2010), sejumlah pria berbadan kekar itu tampak berdiri di luar ruang pendaftaran pelelangan di aula Dispendik.

Para preman terlihat selalu menginterogasi setiap pengusaha luar Situbondo yang akan mengikuti pendaftaran lelang. Pengusaha yang berasal dari luar Kota Situbondo diusir dan dilarang mendaftar dalam pelelangan proyek itu.

Kondisi itu membuat ricuh situasi. Karena, baik preman dan sejumlah pengusaha luar kota sempat bersitegang. "Apa urusan anda melarang saya ikut tender ini, apa anda memang ada yang mengkondisikan," tegur salah satu pengusaha yang enggan disebut namanya kepada para preman itu.

Mohammad Saleh, salah satu pria berbadan tegap yang bersitegang dengan para pengusaha luar kota itu, saat berbincang dengan sejumlah wartawan mengaku, jika dirinya dan teman-temannya melarang pengusaha luar kota untuk ikut tender proyek itu. Alasannya, APBD Situbondo hanya boleh dinikmati oleh pengusaha dari Situbondo.

"Saya ini bukan siapa siapa, tapi hanya warga Situbondo yang tidak rela kalau dana APBD dinikati rekanan luar kabupaten. Jadi tolong utamankan pengusaha dari dalam kota dulu. Kecuali jika rekanan dari Situbondo sudah tidak mampu menggarap proyek itu silahkan saja," ujar Muhmmad Saleh.

Ketegangan antara pengusaha dengan pria berbadan tegap itu sulit dikendalikan, hingga akhirnya panitia lelang melibatkan aparat kepolisian. Setelah polisi datang, rekanan asal luar Situbondo pun diperbolehkan mengikuti pendaftaran tender.

Tidak diketahui pasti, siapa yang mendatangkan para preman itu. Kuat dugaan para
preman tersebut sengaja diudang untuk mengamankan jalannnya pelelangan oleh rekanan asal Situbondo.

Kekecewaan ternyata tidak hanya dirasakan oleh rekanan dari luar kota. Ida pemilik CV Rafin Mandiri asal Situbondo juga merasakan hal sama dengan rekanan dari luar kota. Wanita itu menduga proses pelelangan memang akan dikondisikan oleh salah satu pengusaha. "Secara pribadi iya, tapi ndak usah lah mas. Kalau sudah selesai, ya selesai," tegas Ida.

Secara terpisah, ketua lelang, Viskanto Adi, berdalih tidak tahu menahu dengan kejadian tersebut. Pihaknya selaku panitia mengaku jika pelelengan itu sudah sesuai prosedur dan aturan. "Proyek ini diumumkan terbuka kok, siapun boleh mengikuti tender selama persyaratan adimintrasi lengkap," ujar Viskanto Adi.

Diketahui, nilai proyek yang akan ditenderkan itu berupa pengadaan baju dinas sebesar Rp 681 juta, meubeler senilai Rp 383 juta, barang cetakan SD/SMP sebesar Rp 368 juta, dan barang cetakan untuk SMA sebesar Rp 159 juta, serta pengadaan komputer sebesar Rp 225 juta.
(bdh/bdh)
Berita Terkait