Keempat korban yakni Suripno (60), Harini (50) istri dari Suripno, Lilis Setiani (25) dan Lia (3) anak dari Lilis yang tinggal di RT 3 RW 1 Desa Sahang Kecamtan Ngebel.
Suripno mengatakan bahwa kejadian tersebut terjadi sore kemarin sekitar pukul 17.30 WIB, Jumat (5/11/2010), saat dirinya berjualan di ruko di Terminal Telaga Ngebel. Saat hujan deras dan tiba-tiba suara keras yang kemudian disusul longsoran tanah menimpa ruko miliknya.
"Saya waktu itu santai ngobrol dengan istri dan cucu mau berbaring di kasur lantai kok langung bruk pingsan tahunya sudah di rumah sakit," katanya kepada detiksurabaya.com, Sabtu (6/11/2010).
Mereka mengalami luka lecet di tangan kaki dan punggung masih trauma dan sempat dirawat di Rumah Sakit Aisiah di Ponorogo. "Kita masih trauma dengan kejadian itu," tuturnya.
Perangkat Desa Sahang Kecamatan Ngebel, Prionomengatakan bahwa daerah Ngebel memang rawan longsor dan dalam sehari ini terdapat 4 titik lokasi longsor di sepanjang jalur Telaga Ngebel ke Ponorogo.
"Ada 4 titik longsor hari ini dan kemarin semua di sepanjang jalur wisata telaga Ngebel ke Ponorogo, meski kecil namun satu rumah lagi masih terancam," ungkap Priono.
Priono menambahkan ancaman longsor masih diwaspadai mengingat titik longsor berdekatan dengan rumah warga. Belasan warga masih melakukan pembersihan lumpur yang longsor di Jalan Raya Desa Sahang.
(wln/wln)











































