Ribut dengan Teman Sekelas, Bocah SD Panjat SUTET

Ribut dengan Teman Sekelas, Bocah SD Panjat SUTET

- detikNews
Rabu, 03 Nov 2010 15:48 WIB
Malang - Gara-gara berkelahi dengan teman sekelasnya, M. Sandi Putra (10), siswa sekolah dasar nekat memanjat tower saluran tegangan tinggi (SUTET) yang berada tak jauh dari sekolahnya. Untungnya aksi nekat siswa duduk di bangku kelas IV diketahui gurunya. Guru dan polisi serta warga membujuknya untuk turun.

Informasi yang dihimpun detiksurabaya.com di lokasi kejadian, aksi nekat siswa SD Islam Terpadu Al Uswah berada di Jalan Jayanegara, Desa Candirenggo, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, itu berawal dirinya mengikuti kegiatan belajar mengajar di kelasnya.

Bersama murid lain, Sandi akan mengikuti ulangan matematika. Singkat cerita, alat tulis untuk mengerjakan soal tak dimiliki Sandi, hingga dirinya meminjam kepada Ian Maulana rekan Sandi yang berada di dekatnya.

"Sandi mau pinjam alat tulis, tapi ditolak Ian, dan mereka kemudian saling mengolok dan berebut alat tulis," kata Maulana Fajar (10), rekan satu kelas dan sesama penghuni di panti asuhan Al-Ikhlas berada sekitar 50 meter dari sekolah mereka, Rabu (3/11/2010).

Beberapa menit kemudian, kata Maulana, Sandi keluar kelas dan berlari menuju tower yang ada tak jauh dari tempat mereka bersekolah. "Katanya mau bunuh diri, saya tahu dia panjat tower sampai separuh tingginya, kemudian dibujuk bu guru dan pak polisi, untuk turun," tutur Maulana.

Hampir satu jam lebih, sejak pukul 08.30 hingga pukul 09.00 WIB, Sandi berada di tower bertegangan tinggi itu. Upaya bujuk rayu dari guru dan polisi yang akan memberinya hadiah serta uang, akhirnya berhasil membuat bocah ini mengurungkan niatnya untuk bunuh diri.

"Tadi dibujuk bu guru dan polisi agar Sandi, setelah beberapa lama Sandi mau turun," ungkap Maulana.

Terpisah Nauval Hasanulbana (28), salah satu pengajar di panti asuhan tempat Sandi tinggal selama 3 bulan ini, mengaku, dirinya tak mengetahui persis kejadian itu. Tapi dirinya menduga aksi telah dilakukan Sandi, merupakan perilaku seorang anak kecil, yang kesal kepada temannya.

"Sandi memang dikenal beda dengan 13 teman lain berada di panti asuhan ini, anak itu sering kabur. Ini saja habis kejadian belum kembali kesini (panti,red)," ujar lelaki asal Brebes, Jawa Tengah, ini

Selama tiga bulan ini, lanjut dia, Sandi dititipkan oleh ibunya di panti asuhan. "Sandi tidur, makan, dan sekolah dari sini. Tapi sekarang masih belum pulang," tuturnya.

Nauval menambahkan, pasca kejadian ini, pengurus panti asuhan akan menggelar musyawarah guna menentukan masa depan Sandi yang lebih baik. Karena dikhawatirkan Sandi akan mengulangi perbuatannya. "Kami akan musyawarah, bagaimana menjaga Sandi," tandasnya.

(wln/wln)
Berita Terkait