Kesurupan massal kerap terjadi di sekolah kesejahteraan keluarga itu. Bahkan, hampir setiap digelar upacara pada hari Senin, ada saja siswa yang kesurupan. Beruntung, siswa yang kesurupan pada saat upacara secepatnya diatasi dan tersadar kembali.
Melihat ada kesurupan, Kepala Sekolah SMK Negeri 3, Tarmuji, mengundang seorang ulama dari Pesantren Morpote yang hanya berjarak 300 meter timur sekolah. Beruntung, berkat doa-doa sang ulama, kesurupan massal itupun bisa teratasi.
Meski begitu tetap saja mengganggu kegiatan belajar mengajar. Maklum, meski Iin tercatat sebagai pertama pertama yang kesurupan, namun teriakan dan jeritannya sempat menularkan pengaruh kepada siswa di kelas lainnya. Di kelas Iin saja, terdapat 3 orang siswa yang kesurupan. Sedangkan di Kelas 2-A Tata Biga terdapat 5 orang siswa yang kerasukan. Begitupula 2 orang siswa di kelas 2-C Tata Boga langsung ambruk dan menjerit-jerit histeris.
"Untuk lebih memberikan rasa aman kepada siswa yang lain, akhirnya saya
mengizinkan para siswa yang kesurupan itu untuk pulang," kata Tarmuji kepada wartawan yang menemui di ruang kerjanya, Selasa (2/11/2010).
Tarmuji sendiri tidak tinggal diam dengan seringnya kasus kesurupan melanda sekolahnya. Tarmuji bahkan sudah mendatangkan ulama yang ahli dalam dunia metafisika untuk memindahkan masyarakt jin yang tinggal di sebuah pohon beringin di dekat lapangan bola basket.
Namun usaha pemindahan jin itu belum menampakkan hasil. Kesurupan demi kesurupan masih sering mewarnai kegiatan belajar mengajar di sekolah yang berfokus pada ketrampilan kewanitaan itu.
(fat/fat)