Hal itu diduga terjadi lantaran talut tak kuat menahan debet air hujan, sehingga menyebabkan tanah di bawah jalan bergeser. Akibat kejadian tersebut, arus lalu lintas kedua arah tersendat. Khusus kendaraan berat sebagian sempat tertahan.
"Kejadiannya sudah berlangsung lama. Permukaan jalan berangsur-angsur menurun. Dan yang paling parah ya saat ini," kata Jumikan, seorang warga ditemui detiksurabaya.com di lokasi, Senin (1/11/2010).
Jumikan mengatakan, pergeseran tanah terjadi mulai dari tebing di atas jalan hingga ke pemukiman warga yang berada di bawah talut. Selain menyebabkan permukaan jalan amblas, fenomena alam tersebut juga mengakibatkan sedikitnya 3 rumah rusak.
Sementara guna mengantisipasi terjadinya dampak lebih buruk, warga yang rumahnya ikut tergeser langsung diungsikan ke rumah tetangga. Hingga Senin siang, puluhan warga masih melakukan kerja bakti membenahi bangunan yang rusak.
"Kalau hujan turun lagi, permukaan jalan kemungkinan masih akan turun lagi. Makanya sebagian warga sudah diungsikan," tambahnya.
(fat/fat)










































