Jalan Desa di Blok Cepu Rusak, Warga Protes ExxonMobil

Jalan Desa di Blok Cepu Rusak, Warga Protes ExxonMobil

- detikNews
Senin, 01 Nov 2010 11:52 WIB
Jalan Desa di Blok Cepu Rusak, Warga Protes ExxonMobil
Bojonegoro - 50 orang warga Desa Ngunut, Kecamatan Dander, Bojonegoro menggelar unjuk rasa di balai desa setempat.  Warga menuntut pertanggungjawaban operator migas Blok Cepu terkait kerusakan jalan akibat sering dilalui kendaraan besar.

Menurut warga, jalan di desa tersebut belum genap setahun dibangun. Namun, saat ini sudah rusak parah lantaran saban hari dilalui kendaraan berat, bus dan mobil-mobil para pekerja Blok Cepu di pengeboran sumur minyak Alas Tuwo Barat (ATB) yang dioperatori PT Mobil Cepu Limited (MCL)-anak perusahaan ExxonMobil Indonesia.

Sejak pukul 05.00 WIB, Senin (1/11/2010), warga berkumpul di halaman balai desa untuk mencegat semua kendaraan pekerja blok cepu yang melintas. Namun, sampai menjelang siang tak ada satupun kendaraan melintas di sana. Diduga, aksi warga ini sudah bocor terlebih dulu sehingga para pekerja tidak melintas di jalan tersebut.

"Kami minta operator bertanggungjawab terhadap kerusakan jalan ini. Jalan harus diperbaiki seperti sedia kala karena ini merupakan akses warga," kata Koordinator aksi, Mahmud.

Selain jalan rusak, kata Mahmud, selama ini warga merasa resah karena selalu harus mengalah setiap kali ada bus para pekerja Blok Cepu Lewat.

"Setiap hari, selain alat berat, juga ada sekitar 5 atau 6 mini bus pengangkut pegawai yang melintas di jalan ini. Dan warga harus mengalah untuk minggir setiap bus tersebut lewat. Apalagi, bus mini itu selalu dikawal oleh petugas kepolisian," tuturnya.

Setelah gagal melakukan pemblokiran terhadap kendaraan yang lewat, 6 orang perwakilan warga akhirnya mendatangi kantor Kecamatan Dander untuk menyampaikan aspirasi mereka.

"Sekali lagi, inti dari aksi kita adalah menuntut jalan diperbaiki kembali," ungkapnya.

Sebelumnya, warga juga sempat melakukan aksi terkait kerusakan jalan tersebut dengan cara menanam pohon pisang. Karena tak kunjung ada perbaikan jalan, akhirnya digelar aksi lagi kali ini untuk lebih menekan pihak operator supaya bertanggung jawab terhadap kerusakan akses jalan warga itu. (wln/wln)
Berita Terkait