Dari penggerebekan yang dipimpin Kasat Narkoba, AKP Priyo Purwandito, selain dokter gadungan polisi juga mengamankan ratusan butir pil berbagai merek, dan sejumlah alat kelengkapan medis. Seperti tensi tekanan darah dan sejumlah jarum suntik.
Saat digerebak, pelaku sempat mengelak. Namun polisi polisi berhasil menemukan sejumlah alat medis dan obat-obatan yang disimpan di salah satu kamar rumahnya. Polisi juga mengamankan sejumlah buku berisi catatan nama-nama pasien yang berobat kepadanya, satu buku lagi diketahui adalah catatan biaya medis pasien yang belum dibayar.
Terbongkarnya kasus itu, berawal dari informasi yang diterima dari sejumlah tetangga Abdul Hadi. Rata-rata pasien yang menggunakan jasanya adalah wanita yang ingin menggunakan alat kontrasepsi KB sistem suntik
"Kami terima informasi dari warga, kami lidik dan A-1, ya tidak mennggu waktu lama langsung kami lakukan penggerebekan," kata Kasat Narkoba, AKP Priyo Purwandito, kepada detiksurabaya.com, Minggu (31/10/2010).
Pelaku mengaku dirinya nekat melakukan praktek medis ilegal karena dinilai sangat gampang untuk mencari uang. "Ya karena terpaksa saja awalnya, setelah saya jalani kok hasilnya lumayan," tegasnya dengan muka masam.
Agar aksinya tidak diketahui banyak orang, Abdul tergolong pintar dalam menjalankan prakteknya. Dirinya sengaja tidak membuka praktek di rumahnya, melainkan menjadi dokter panggilan.
Untuk masalah biaya medis, Abdul tidak pernah menekan semua pasiennnya. Tarif yang dibebankan kepada setiap pasien rata-rata Rp 15 ribu, jika penyakitnya agak parah dan membutuhkan obat tambahan. Biasanya ongkos yang dia tarik paling mahal Rp 25 ribu.
"Pasien saya rata-rata dari Kecamatan Wringi Arak-arak Bondowoso dan Paiton Probolinggo," tandasnya. (fat/fat)











































