TKI asal Bojonegoro Tewas di Malaysia

TKI asal Bojonegoro Tewas di Malaysia

- detikNews
Sabtu, 30 Okt 2010 21:06 WIB
Bojonegoro - Laminto (30), warga Desa Blumbung, Kecamatan Sukosewu, Bojonegoro tewas saat bekerja di Malaysia. Tenaga Kerja Indonesia (TKI) ini tewas setelah terjatuh dari lantai tiga saat bekerja sebagai kuli bangunan di Johor, Malaysia.

Sabtu (30/10/2010) sekitar pukul 14.30 WIB tadi, jenazah korban tiba di rumah duka dengan disambut isak tangis keluarga. Bahkan, istri korban, Supiah (30) sempat beberapa kali pingsan melihat suaminya pulang dalam keadaan terbungkus peti dan sudah tidak bernyawa.

Menurut Wahyu, adik kandung korban, Lamito bekerja di Malaysia sudah ada sekitar 3.5 tahun. Ia diberangkatkan ke Malaysia oleh PT Bijak, Bojonegoro. Dan di Malaysia, Laminto bekerja di sebuah proyek bangunan. "Setelah dua tahun pertama, kakak saya sudah pernah pulang. Kemudian, ia balik lagi dan sudah sekitar 1,5 tahun ini dia belum pernah pulang," ungkap Wahyu.

Rencananya, bulan Mei 2011 nanti Laminto akan pulang kampong untuk mengunjungi keluarganya. "Kakak memiliki istri dan dua orang anak. Anak pertamanya bernama Zainul Ajid yang sudah duduk di kelas 1 SD, dan anak keduanya bernama Sela Febriyanti, yang masih berumur 8 bulan," ujar Wahyu.

Beberapa waktu lalu, Laminto menghubungi keluarga dengan maksud memberitahu bahwa akan pulang bulan Mei nanti untuk melihat anak keduanya. Mahklum, sejak anak keduanya itu lahir, Laminto belum pernah melihat. "Ternyata, dia (Korban) sudah tidak mungkin lagi melihat anak keduanya ini untuk selamanya," sambung Wahyu.

Jenazah korban datang ke rumah dengan diantar oleh perwakilan dari PT Jatim Krida Utama. Sesampai di rumah duka, jenazah hanya beberapa saat saja mendapat penghormatan terahir dari pihak keluarga. Selanjutnya, jenazah pahlawan Devisa ini langsung dimakamkan ke tempat pemakaman umum (TPU) desa setempat.

Pihak perusahaan pengantar mengatakan bahwa setelah jenazah di pulangkan ke rumah dua dan dimakamkan, santunan untuk korban akan segera dicairkan. "Untuk santunanya masih dalam proses. Dalam waktu dekat ini akan segera cair dan kita serahkan ke keluarga korban," kata Arif, perwakilan dari PT Jatim Krida Utama.

(bdh/bdh)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini