Mereka yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Sumenep salat ghaib di depan Taman Bunga (TB) Sumenep, atau Jalan Trunojoyo, Kamis (28/10/2010).
Salat ghaib yang berlangsung hikmad tersebut dikawal aparat kepolisian setempat. Usai salat ghaib, koorlap aksi, Fuazan juga menyampai belasungkawa pada korban bencana alam yang banyak terjadi di tanah air.
"Saya prihatin dengan peristiwa Tsunami di Mentawai dan korban letusan Gunung Merapi Sleman, Yokjakarta," kata Fauzan kepada wartawan di Jalan Trunojoyo, Sumenep.
Dia juga merasa kehilangan dengan meninggalnya Mbah Maridjan yang selama ini menjadi panutan warga setempat. "Kita telah kehilangan Mbah Maridjan. Semoga muncul lagi mbah Maridjan yang baru," ujarnya.
Usai salat, mahasiswa tersebut membubarkan diri dengan tertib dengan pengawalan ketat polisi.
(fat/fat)











































