Sehari-hari warga asal Dusun Ngabar Desa Jono RT 03 RW 01 Kecamatan Temayang, Bojonegoro, ini harus buang air besar melalui selang yang terpasang di perut sebelah kirinya.
"Sejak lahir, anak saya ini tidak memiliki anus. Setelah itu, ia dioperasi untuk diberi selang dan diujungnya diberi plastik supaya bisa buang air besar. Jadi, setiap habis buang kotoran, plastiknya harus diganti," kata Aliyah saat ditemui di rumahnya, Kamis (28/10/2010).
Kondisi ini membuat Nurhidayah mendapat perawatan ekstra dari orangtuanya. Selain itu dia harus menahan rasa malu karena sebagian besar teman-temannyaa selalu menjauh. Maklum selain memiliki kelainan, aroma tidak sedap juga selalu menyertai bocah malang ini. Pasalnya, kemanapun pergi dia selalu ada kotoran yang terbungkus plastik di perut sebelah kiri dan dibawa kemana-mana.
"Setiap hari plastik diganti dua kali. Tapi memang baunya juga tetap saja tercium. Tapi, kami sekeluarga juga sudah tidak bisa berbuat apa-apa lagi karena tidak memiliki biaya," imbuh Aliyah sambil menunjukkan plastik penampung kotoran yang ada di perut gadis kecilnya.
Meski baru berusia 5 tahun, Nurhidayah sudah duduk di bangku kelas 1 SD desa
setempat. Ya, menurut bahasa orangtuanya, Nurhidayah dititipkan di sekolah
tersebut untuk bisa ikut belajar. Meski usianya baru 5 tahun Nurdiyah dengan segala kekuranganya itu mampu mengikuti pelajaran yang diberikan para guru.
Tak hanya itu, kegiatan Nurhidayah saban hari juga hampir sama dengan bocah
lainya. Sepulang dari sekolah, sore harinya juga ikut mengaji bersama-teman temannya di madrasah diniyah dekat rumah.
Pihak keluarga pun hanya berharap memiliki rezeki banyak untuk bisa membawa Nurhidayah ke rumah sakit agar dibuatkan anus. Namun dengan pendapatan orangtua yang hanya buruh tani, keluarga sulit memenuhi keinginan itu. Kecuali ada kepedulian dari pemerintah atau donatur yang bersedia mengobatkan gadis malang ini.
(fat/fat)










































