Selain itu, BI Malang juga menggagas peran aktif lembaga tinggi pendidikan melalui pengembangan mata kuliah kebangsentralan. Salah satunya digagas dengan Universitas Negeri Malang (UM).
"Pentingnya peran komunikasi dalam menunjang efektivitas kebijakan moneter, diharapkan UM sebagai salah satu lembaga pendidikan tinggi, mampu menjadi jembatan komunikasi bagi masyarakat," kata Pimpinan Kantor BI Malang, Totok Herminyanto, saat penandatangan nota kesapahaman dan perjanjian kerjasama dengan UM di Kantor BI Malang Jalan Merdeka Utara, Selasa (26/10/2010).
Sesuai harapannya, lanjut Totok, fungsi kebangsentralan akan dipahami secara jelas oleh masyarakat melalui lembaga pendidikan. Melalui peran aktif para mahasiswa.
"Memberikan kuliah tamu juga sebagai sosialisasi tentang kebangsentralan di kalangan mahasiswa," ujarnya.
Penandatangan Mou sendiri dilakukan oleh Direktur Pusat Pengembangan Pendidikan dan Studi Bank Sentral Bank Indonesia, Rizal Azafara, dengan Universitas Negeri Malang yang diwakili oleh Dekan Fakultas Ekonomi UM Eri Trijatmiko.
(bdh/bdh)










































