Gadis berusia 20 tahun ini ditemukan meregang nyawa di kamar rumahnya Jalan Danau Bratan G4/H-25 RT 4 RW 7, Perum Sawojajar I, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, Jumat (22/10/2010) sore.
Mahasiswi semester V sebuah PTN ini tewas dengan leher terikat kain selendang yang diikatkan di pintu kamar. Pertama kali menemukan adalah ayahnya H. Sufi'i (50).
"Kalau saya dengar tadi, Aliny mau nikah terus orangtuanya tak merestui. Mungkin itu menjadi penyebab dia nekat bunuh diri," ujar salah satu warga ditemui detiksurabaya.com di lokasi.
Menurut warga yang enggan disebutkan namanya ini, keinginan Aliny menikah telah disampaikan beberapa pekan ini. Namun,Sufi sang ayah, Sufi'i tak merestui keinginan sang anak. "Bapaknya ketua takmir masjid ini," jelas sang warga seraya menunjuk masjid di depan rumah Aliny.
Sementara itu, Kapolsekta Kedungkandang, Kompol Darmono yang datang ke lokasi kejadian mengatakan masih meminta keterangan beberapa saksi untuk memastikan motif aksi nekat Aliny. "Dugaannya memang mengarah kesitu, tapi kita masih menggali keterangan saksi untuk memastikannya," katanya ketika ditanya motif Aliny bunuh diri.
Darmono mengungkapkan pihaknya masih menunggu hasil visum untuk memastikan kematian. "Kita tunggu hasil visum, dugaan sementara korban bunuh diri, karena depresi," ungkapnya.
Untuk proses penyelidikan petugas juga membawa laptop milik korban. Laptop iti diamankan petugas dari tempat kejadian. "Iya ini laptopnya kami pinjam dulu, untuk penyelidikan," tuturnya.
Aliny sendiri dalam kesehariannya tinggal bersama orangtuanya. Aksi bunuh diri yang dilakukan bungsu dari dua bersaudara ini menjadi pembicaraan warga yang melayat ke rumah duka. Pasalnya, kondisi ekonomi keluarga yang terbilang mapan, tak membuat korban mengurungkan niatnya.
(wln/wln)










































