"Hasil evaluasi di lapangan tidak ada hambatan sehingga konsentrasi akan terfokus terhadap pengerjaan konstruksi," kata Direktur Teknik PT MHI, Maxwell Takasana kepada wartawan di sela-sela peninjauan pelaksanaan proyek ruas jalan Tol Moker seksi 1 di Desa Bandar, Jombang, Kamis (21/10/2010).
Menurut Maxwell, proyek ini yang akan sambung dengan ruas jalan Tol Surabaya-Mojokerto (Sumo). Dan terbagi atas empat seksi dimana seksi I sudah mencapai 57 persen dan seksi II 3,55 persen.
"Dari empat seksi, total pengerjaan sudah 22,6 persen sehingga secara perhitungan proyek akan bisa beroperasi pada triwulan 2012," ungkapnya.
Namun Maxwell berharap proyek yang mempunyai nilai investasi sebesar Rp 2,35 triliun tersebut benar-benar bisa beroperasi yang diiringi selesainya pekerjaan ruas jalan Tol Sumo.
"Kalau kita prediksi, proyek Moker akan selesailebih cepat dibandingkan tol Sumo. Tapi kita berharap selesainya bisa beramaan. Karena secara konsep ruas tol dibangun secara berjaringan dan saling terhubung," tuturnya.
Dia berharap dengan beroperasinya tol Moker bisa mengurangi kepadatan arus lalu lintas sebanyak 20 persen. Ruas Tol Moker merupakan bagian dari 10 tol prioritas Trans Jawa dari 24 tol Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT). Sementara, panjang ruas jalan Tol Trans Jawa sepanjang 652 kilometer dengan kebutuhan lahan sekitar 4.785 hektar dengan nilai investasi Rp 36,44 triliun.
(ze/wln)










































