Dalam aksi itu pelaku berhasil membawa kabur emas seberat 40 gram, laptop dan HP. Pelaku masuk korban dengan cara mencungkit pintu belakang. Aksi itu berjalan mulus karena rumah dalam kondisi kosong. Penghuni rumah sedang tidak ada di rumah karena sedang pergi ke Jember bertandang ke rumah mertuanya.
Begitu berhasil membuka paksa pintu belakang, pelaku langsung masuk rumah dan menuju sasaran yang diincar yakni kamar Rahmad. Sejumlah barang yang diincar dikemasi pelaku lalu dibawa kabur.
Barang-barang milik korban yang berhasil dibawa kabur berupa perhiasan emas seberat 40 gram, laptop dan satu buah HP. Korban baru tahu jika rumahnya di obok-obok maling saat tiba di rumah.
Keluarga ini curiga karena pintu rumahnya dalam kondisi sudah terbuka. Padahal sebelum ditinggal keluar pergi kerumah mertuanya, korban telah mengunci rapat semua pintu.
"Ketika saya datang kok pintu depan sudah terbuka tanpa dikunci. Padahal, sebelum saya tinggal pergi, semua pintu sudah kami kunci," kata Rahmad, Selasa (19/10/2010).
Melihat kejanggalan yang terjadi pada pintu tersebut korban langsung masuk dan mengecek seluruh ruangan. Mendapati kondisi dalam rumah acak-acakan tersebut korban baru yakin jika rumahnya telah diobok-obok maling.
Rahmad melaporkan kejadian itu ke polisi. Pencurian juga terjadi di rumah Fendik (45) warga Jalan MT Hariono Kelurahan Wirolegi Kecamatan Sumbersari. Modus aksinya nyaris sama yang terjadi di rumah Rahmad. Pelaku masuk rumah korban dengan cara mencungkit pintu.
Di rumah Fendik, pelaku berhasil membawa kabur sejumlah uang tunai sekitar Rp 500 ribu dan perhiasan emas seharga sekitar Rp 75 juta. Uang dan perhiasan emas tersebut disimpan berada di lemari kamar rumah korban. Saat pencurian, penghuni rumah sedang pergi keluar kota.
(fat/fat)











































