Pelaku diduga masuk rumah, Selasa (19/10/2010) dini hari dari pintu depan yang lupa dikunci saat penghuninya terlelap. Dua handphone senilai lebih Rp 10 juta saat itu diletakkan di atas tempat tidur atau di sebelah korban saat terlelap.
Diduga pelaku mencari barang berharga lainnya yang bernilai miliaran rupiah, seperti berlian dan emas yang disimpan di brankas. Namun, barang-barang tersebut telah dipindahkan sehari sebelumnya.
Selain 2 HP raib, isi rumah dan lemari berantakan. Pelaku diduga baru keluar setelah tidak menemukan barang-barang yang nilainya miliaran itu.
Sementara aksi nekat para pelaku juga pernah dilakukan beberapa bulan sebelumnya. Perangkat kerja asistennya berupa Laptop juga hilang. Bahkan, home theatre yang harganya jutaan rupiah di ruang tamu ikut diembat. Sebuah AC pun yang disimpan di gudang belakang hilang.
Dwita Andriani mengatakan, aksi para pencuri itu tidak hanya sekali ini, tapi sudah sering disaat penghuni lengah.
"Kali ini dua handphone saya yang hilang. Ini benar-benar keterlaluan," kata Dwita kepada detiksurabaya.com di kantornya, Jalan Trunojoyo, Selasa (19/10/2010).
Dia mengaku tidak nyaman dengan kondisi yang kurang aman. Sebab, diduga kuat ada keterlibatan pihak tertentu yang mengetahui situasi di rumah. Meski begitu, politisi asal PAN ini mengaku belum melaporkan kasus pencurian ke polisi.
(fat/fat)










































