Jalan Rusak Parah, Warga Hadang Truk Pengangkut Tebu

Jalan Rusak Parah, Warga Hadang Truk Pengangkut Tebu

- detikNews
Senin, 18 Okt 2010 14:50 WIB
Banyuwangi - Ratusan warga Dusun Wonorejo Desa Senepo Kecamatan Siliragung Banyuwangi,
memblokir jalan masuk ke dusun. Mereka kesal akses jalan rusak parah dan dibiarkan tanpa perbaikan yang berarti selama puluhan tahun.

Warga menuding jalan rusak karena hilir mudik truk-truk pengangkut tebu milik Pabrik Gula (PG) Asembagus. Selain berstatus jalan desa, jalan itu dimanfaatkan PG untuk mengangkut tebu dari lahan mereka yang berdampingan dengan pemukiman warga.
 
Jalan sepanjang 3 kilometer itu juga satu-satunya akses warga Dusun Wonorejo menuju ke daerah lain. Saat ini di sepanjang jalan dipenuhi kubangan lumpur yang kerap mencelakai warga atau pengendara yang melintas saat hujan.

"Apalagi kalau waktu hujan, kami tersiksa melintasi jalan ini," kata warga setempat, Sudomo, saat ditemui detiksurabaya.com di lokasi, Senin (18/10/2010).

Selain mengancam keselamatan, kubangan lumpur yang licin itu juga menghambat
aktivitas warga. Seperti para siswa yang akan berangkat dan pulang sekolah. Namun yang lebih membuat warga kesal, kondisi itu tidak mendapat perhatian PG.

"Kami pernah layangkan protes secara resmi ke Pabrik gula, tapi hingga kini belum direspon dengan baik," jelas Kepala Desa Senepo, Ponirin, seusai merayu warganya agar membuka jalan lagi.

Untuk itu, warga menuntut pihak PG agar memperbaiki jalan hingga benar-benar baik. Atau layak untuk dilalui kembali. Sebab, selama ini PG hanya melakukan tambal sulam jika jalan mulai dipenuhi lumpur. Itupun hanya untuk memuluskan jalannya truk pengangkut tebu.

Jalan kembali dibuka, setelah perwakilan PG Asembagus menemui warga melakukan negoisasi. Sempat terjadi perdebatan panjang, antara warga dan petugas PG. Warga ngotot untuk tetap memblokir jalan, sambil menunggu realisasi tuntutan.

Pada akhirnya warga sedikit melunak, dan bersedia membuka jalan bagi truk pengangkut tebu. Namun dengan catatan, jika perbaikan tak sesuai dengan harapan warga, maka jalan akan ditutup bagi truk pengangkut tebu hingga batas waktu tidak ditentukan.

"Pabrik Gula pada intinya menyanggupi, kami selama ini juga sudah melakukan perawatan jalan, kami berupaya semaksimal mungkin untuk memenuhi tuntutan warga," jelas Sunarto, petugas Pabrik Gula Asembagus, kepada detiksurabaya.com.

(fat/fat)
Berita Terkait