Diperkirakan kawanan perampok itu berjumlah empat orang. Mereka bersenjatakan celurit berhasil masuk ke dalam toko dengan cara mencongkel salah satu jendela. Siti yang saat itu terlelap tidur dan langsung dicekik lehernya oleh para pelaku dan diancam dibunuh jika berteriak.
"Saya dicekik. Saya tidak berani melawan karena pelaku membawa parang," kata Siti saat di Mapolsek Banyu Putih kepada detiksurabaya.com.
Tiga orang saksi mata yaitu Bunali, Tinyana, serta Bunarti yang melihat kejadian itu juga tidak berani melakukan perlawanan dengan alasan takut. "Saya juga tidak berani melawan karena takut,? terang Bunali.
Kawanan pelaku ini berhasil mengambil sejumlah barang berharga milik Siti seperti emas seberat 36 gram, sebuah HP merek nokia, uang tunai, CD Player serta puluhan slop rokok berbagai merek, dan barang dagangan korban. Total kerugian mencapai Rp 18 juta.
Usai melakukan aksinya, para pelaku langsung kabur melalui pintu depan rumah. Tidak ada seorangpun tetangga korban yang mengetahui kejadian tersebut, sebab, para pelaku beraksi saat semua warga sedang terlelap tidur.
Dari keterangan sejumlah saksi mata, ketika melakukan aksinya para pelaku tidak menggunakan penutup wajah. "Itu artinya pelaku memang sudah spesialis dan berani," tandas Kasuabg Humas Polres Situbondo Iptu Mardjuki yang mengaku polisi sudah mengantongi ciri-ciri para pelaku.
(wln/wln)











































