Akibat kejadian tersebut, Jaswadi dan anaknya yang bernama Hartono menderita luka parah di bagian kepala dan dada. Sedangkan tiga lainnya, Nuryanto, Margo dan Supri menderita luka ringan. Kini mereka masih dirawat di UGD RSUD Dr R Koesma Tuban. Luka patah kaki juga dialami Surasmin sang sopir.
Informasi yang dihimpun, kejadian bermula ketika travel jenis minibus bernopol B 7058 SO yang dikemudikan Surasmin, melaju dengan kecepatan tinggi dari Surabaya menuju Semarang.
Di kawasan jalan Desa Gesing, yang masuk jalur Pantura Tuban minibus oleng ke kanan. Akibatnya langsung menghantam bak tronton Nopol N 8755 UB dari arah berlawanan yang dikemudikan Marzuki.
Usai menghantam tronton sarat muatan kertas itu, minibus langsung terpental. Bagian depannya ringsek tak beraturan. Sementara bagian bak tronton juga melesak ke dalam.
"Dari kaca spion saya lihat travel itu tiba-tiba oleng ke kanan. Kemudian menabrak bak truk saya," kata Marzuki saat ditemui wartawan di lokasi kejadian.
Marzuki mengatakan, kondisi jalan di kawasan itu sangat gelap karena lampu penerangan jalan tak berfungsi. Ada dugaan sopir mengantuk dan terjadi kecelakaan itu. Para korban yang mengalami luka berat dan ringan langsung dievakuasi ke rumah sakit. Saat evakuasi, berpengaruh pada arus lalu lintas.
(wln/wln)










































