Kecelakaan ini terjadi di jalur kereta api Desa Ngemplak sekitar pukul 13.30 WIB, Sabtu (16/10/2010).
"Saat berjalan kaki menuju ke sawahnya, Basar menyeberangi rel kereta api dari arah utara. Padahal, dari arah barat sedang melaju kereta KRD yang jaraknya sangat dekat," kata Kepala Desa (Kades) Ngemplak Tarmuji di lokasi kejadian.
Akibat tabrakan itu, tubuh Basar dihantam kereta hingga terpental beberapa meter. Warga yang berada di sekitar lokasipun langsung berusaha menolong korban. "Saat kita tolong, ternyata korban masih hidup. Namun, tangan kanannya putus akibat tertabrak kereta," tutur Tarmuji.
Melihat korban masih hidup, warga langsung melarikan ke korban ke RSU Baureno. Kemudian, oleh pihak rumah sakit dirujuk ke RSUD dr Sosodoro Djatikusumo, Bojonegoro. "Korban masih menjalani perawatan. Hanya tangan kananya yang putus," ungkap Tarmuji yang terus mendampingi warganya sampai di rumah sakit.
Diduga, korban berjalan menyeberangi rel kereta api sambil melamun hingga tak melihat kansn kiri terlebih dulu sebelum melintasi rel. Bahkan, ketika kereta membunyikan klaksonya, korban tetap saja menyeberang sampai akhirnya tertabrak dan terpental beberapa meter.
(wln/wln)











































