Ruas jalan yang tergenang banjir meliputi Jalan Diponegoro, Jalan Pintu Gerbang, Jalan Ronggosukowati, dan Jalan Joko Tole di depan Kantor Jasa Raharja.
Akibat genangan air, sejumlah sepeda motor tampak mogok dan terpaksa dipinggirkan oleh pemiliknya. Sementara mobil sedan, terpaksa menghindari genangan air dengan memilih memutar jalan lain yang bisa dijadikan alternatif.
"Terpaksa saya memutar ke Jalan Bonorogo untuk menghindari genangan air di depan kantor Jasa Raharja. Jika saya menerobosnya, saya takut mobil saya mogok di tengah-tengah," kata Munawar, seorang pengemudi sedan bernopol N 3764 ES, Jumat (15/10/2010).
Hingga pukul 09.30 WIB, banjir akhirnya berkurang ketinggiannya sedikit demi sedikit. Meski begitu, pengguna jalan tetap memilih berhati-hati. Terutama pengendara motor yang melintas di area banjir itu.
"Jika tidak hati-hati, lindasan ban mobil akan memuncratkan air ke baju seragam saya," ujar Sulaiha, karyawan Dinkes Pamekasan.
Menurut Sulaiha, hujan Jumat pagi itu sangat deras dan berlangsung cukup lama. Akibatnya, terjadi genangan banjir. "Padahal, hujan pada hari-hari sebelumnya tak pernah berdampak banjir," pungkasnya.
Selain itu banjir melanda SDN Jungcangcang. Para siswa dan guru mencopot sepatu dan menggulung celana dan kain rok. Sebab, ketinggian banjir di halaman sekolah mencapai lutut orang dewasa.
Kepala SDN Jungcangcang, Sumiati, mengatakan, genangan banjir di sekolahnya itu merupakan kejadian pertama selama satu dasawarsa terkahir ini. Hal ini tentu saja menganggu aktivitas anak didiknya sebanyak 300 siswa.
"Mungkin karena curah hujan mulai subuh tadi sangat deras," jelas Sumiati, saat ditemui di sekolahnya. (fat/fat)










































