Sebuah gedung sekolah yang ada di sebelah belakang pabrik pun ikut terbakar.
"Untung mas, ada warga yang memberitahu kami soal itu," kata Koordinator PMK Kabupaten Pasuruan, Rubani kepada detiksurabaya.com di lokasi, Rabu (13/10/2010).
Mengetahui merembet ke sekolah, petugas PMK dengan sigap langsung memadamkan api yang membakar bagian belakang sekolah MTs Raden Rahmat itu.
"Kalau api di sekolah tersebut tidak bisa dipadamkan, mungkin perkampungan warga akan ikut terbakar mas," jelas Rubani.
Saat api sedang berkobar, upaya pemadaman dilakukan di dua titik yakni dari depan pabrik dan dari sebelah barat pabrik. Petugas yang memadamkan api dari sebelah barat itulah yang berusaha memadamkan api yang membakar bagian belakang sekolah.
"Iya mas saat itu warga pun membantu petugas," kata Suhaimi, warga setempat.
Sementara polisi telah memeriksa 4 saksi pelapor. "Pemeriksaan masih berlangsung. Kita tungggu saja," kata Kapolsek Gempol AKP Slamet Riyadi di lokasi.
Sedangkan pemilik perusahaan, Adi Sutrisno belum bisa dimintai keterangan karena masih sibuk mengatur evakuasi barang-barang yang berhasil diselamatkan. "Nanti saja ya mas," ujarnya.
Dari pantauan detiksurabaya.com di lokasi, 9 jam petugas PMK masih berusaha memadamkan api di beberapa titik. Sebelumnya, kebakaran terjadi di pabrik sandal sandal PT Evarindo Mega Makmur di Dusun Karang Ploso, Desa Ngerong, Gempol, Pasuruan. Api diketahui pukul 04.00 WIB dini hari tadi.
(fat/fat)