Pemuda berusia 24 tahun ini ditemukan terbujur kaku di areal parkir Ponpes Rodhotul Matidyah berada di Desa Kebobang, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Malang. Dia ditemukan pada pukul 22.00 WIB, Senin (11/10/2010).
Diduga kuat warga Desa Bumirejo RT 4 RW 14, Kecamatan Wonosari, diduga tewas setelah meminum air putih yang telah dicampur potas. Pasalnya, di dekat jasad Yudi ditemukan tiga butir potas. Warga yang secara kebetulan melintaas di tempat kejadian langsung melaporkan kejadian ini kepada keluarga dan aparat kepolisian.
Untuk mengetahui penyebab kematian Yudi, polisi melakukan otopsi pada jenazah Yudi. Informasi yang dihimpun, bungsu dari empat bersaudara ini terakhir kali diketahui meninggalkan rumah pada pukul 19.00 WIB dengan mengendari motornya. Yudi pergi tanpa memberitahukan tujuannya.
"Berangkatnya pakai motor, yang kami duga korban mengunjungi calon mertuanya yang rumahnya juga dekat dengan tempat kejadian," kata Bokori (35), kerabat korban kepada detiksurabaya.com di RSSA Malang, Selasa (12/10/2010) di sela-sela proses otopsi.
Keluarga menduga kuat, keinginan korban meminang gadis pujaannya mendapat penolakan dari keluarga. Hingga berbuntut lelaki seharinya menjadi tukang las ini nekat bunuh diri. "Mungkin malam itu, keinginannya menikahi gadis pujaannya ditolak calon mertua dan nekat bunuh diri," ungkap Bokori.
Bokori mengungkapkan, selama ini Yudi dikenal tertutup, dan jarang berkomunikasi dengan kerabat lain. Selama ini keluarga tak mengetahui masalah yang mengganjalnya. Kendati tidak memungkiri keluarga juga mengetahui hubungan asmara korban dengan sang gadis.
"Anaknya pendiam, dan kami tahu sudah suka dengan gadis itu, begitu juga sang gadis. Kami keluarga sendiri menerima kejadian ini. Karena ini sudah takdir," tandasnya.
(wln/wln)










































