Gerebek Rumah Mantan Dosen, Polisi Temukan Buku & CD Jihad

Gerebek Rumah Mantan Dosen, Polisi Temukan Buku & CD Jihad

- detikNews
Senin, 11 Okt 2010 16:18 WIB
Jember - Puluhan warga bersama sejumlah anggota kepolisian menggerebek rumah Samsuri, seorang mantan dosen sebuah universitas swasta di Jember. Penggerebekan itu sendiri dilakukan, karena warga curiga, rumah yang dibiarkan kosong sejak setahun itu dalam 4 hari terakhir terdapat aktivitas.

Namun, saat mendatangi rumah Samsuri di Perumahan Bumi Mangli Permai Blok BC 1 Kaliwates, Senin (11/10/2010) pagi, warga kaget karena yang membukakan pintu ternyata Samsuri, pemilik rumah.

Karena masih diliputi rasa curiga, warga bersama polisi pun tetap melakukan penggeledahan di rumah tersebut. Namun saat rumah tersebut digeledah, polisi malah menemukan buku-buku tentang Amrozi, Imam Samudra dan buku berjudul "Mereka Bukan Teroris", serta dua buah keping CD tentang penegakan syariah di Indonesia.

Karena warga resah dan curiga dengan keberadaan mantan dosen itu, akhirnya polisi membawa Samsuri ke Polres Jember untuk pemeriksaan lebih lanjut.

"Awalnya warga yang curiga dengan tingkah laku salah satu warga itu. AKhirnya kami mengawal warga untuk mengeledah rumahnya dan ditemukan buku-buku tentang jihad. Tetapi setelah kami periksa, ternyata buku itu dibeli dari toko buku umum karena memang bukunya dijual bebas di toko buku," kata Kasat Reskrim Polres Jember, AKP Kusworo Wibowo.

Polisi masih memeriksa Samsuri secara intensif hingga batas pemeriksaan berakhir. Kalau tidak ada bukti yang mengarah kalau ia terlibat jaringan teroris maka ia akan dilepaskan. Tetapi polisi tidak menemukan bukti awal jika laki-laki itu terlibat jaringan teroris.

"Saya juga tidak tahu ceritanya, ternyata warga menggerebek rumah Pak Samsuri. Saat digerebek ternyata Pak Samsuri sendiri ada dalam rumah," kata Neni, tetangga Samsuri.

Rumah Neni sendiri berada di belakang rumah Samsuri. Tetapi ia tidak tahu kalau Samsuri telah kembali ke rumahnya setelah sekitar setahun meninggalkan rumah itu. Sebelum pindah dari rumah itu, Samsuri tinggal bersama istri dan anak-anaknya.

Saat Samsuri kembali ke rumah tiga hari lalu, Neni tidak tahu kalau laki-laki itu sudah ada di rumah itu. Sebab, listrik rumah itu telah diputus sehingga rumah gelap gulita.

(bdh/bdh)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini