Truk yang di kemudikan Santoko (37), warga Kedung Jaya 8/24 Desa Semampi, Kecamatan Benowo, Surabaya itu melintas dari arah Malang. Kerena kondisi jalan yang menurun dan diduga rem blong, sopir pun tidak dapat mengendalikan kemudi dan membanting truk ke arah berlawanan.
Beruntung, pada saat bersamaan, tidak ada kendaraan yang melintas dari arah Surabaya. Namun begitu, truk naas itu akhirnya menabrak pagar jembatan hingga hancur dan meluncur ke sungai yang penuh dengan batu besar. Akibatnya kepala truk tersebut hancur karena menghantam batu.
"Bukan ngantuk, kami menduga remnya blong," kataKasat Lantas Polres Pasuruan, AKP
Indro Susetyo, kepada detiksurabaya.com di lokasi, Sabtu (9/10/2010).
Menururt saksi mata, lanjutnya, saat itu di depan truk itu ada kendaraan. Karena meluncur terlalu kencang saat jalan menurun, sopir memilih membanting setir ke kanan. Dan, kecelakaan pun tak dapat dihindari.
Hingga pukul 10.10 WIB, truk malang yang diperkirakan mengalami kecelakaan pada pukul 01.30 WIB dini hari itu belum bisa dievakuasi. Sementara sopir sudah dilarikan ke rumah sakit Syaiful Anwar Malang untuk mendapat perawatan.
"Karena posisinya sulit dan badan truk yang besar, butuh waktu lama mengevakuasi," lanjut Kasat Lantas yang sedang memerintahkan anak buahnya untuk mengatur puluhan warga yang berkerumun melihat truk tersebut.
(bdh/bdh)











































