Ratusan Rumah di Tuban Diterjang Puting Beliung, 5 Unit Hancur

Ratusan Rumah di Tuban Diterjang Puting Beliung, 5 Unit Hancur

- detikNews
Jumat, 08 Okt 2010 14:49 WIB
Ratusan Rumah di Tuban Diterjang Puting Beliung, 5 Unit Hancur
Tuban - Sekitar 302 unit rumah milik warga Desa Compreng dan Mrutuk di wilayah Kecamatan Widang, Kabupaten Tuban, diterjang angin puting beliung, Jumat (8/10/2010).

Dari jumlah itu sebanyak 5 rumah hancur dan rata dengan tanah dilabrak angin. Rumah itu milik Agus Widodo (40), Khozin (45), Heri (37) dan Budi (32) warga Desa Compreng. Satu rumah merangkap warung rusak parah milik Suroto, asal warga Desa Mrutuk.
 
Sementara rumah lainnya mengalami kerusakan di bagian atap, dinding dari bambu dan papan jebol. Sebagian besar atap dan gentingnya hilang diterbangkan angin kencang yang berlangsung sejak tadi tengah malam.

Diperoleh informasi, sebelum terjadi angin rebut telah turun hujan deras. Hujan yang berlangsung 1 jam diikuti angin kencang dari arah utara. Angin itut kian kencang dan membuat warga panik. Tak lama kemudian disusul robohnya pohon da di jalanan dan atap dan genteng rumah di pemukiman penduduk berterbangan.

"Kalau dihitung jumlahnya ratusan rumah, yang paling parah sampai roboh ada empat rumah di sini," kata Agus salah satu korban yang rumahnya roboh di lokasi kejadian, Jumat (8/10/2010).

Angin yang semula dari utara sebenarnya telah memakan nkorban satu unit rumah. Rumah milik Suroto itu ambruk, setelah ditinggalkan angin ribut. Gemuruh suara angin makin mencekam. Hingga warga keluar rumah membunyikan
kentongan. Ramai suara kentongan yang bertalu-talu membangunkan seisi desa yang tengah terlelap tidur.

Mereka pun beramai-ramai memberi pertolongan kepada tetangganya yang rumahnya roboh. Sebagian lainnya membantu menyelamatkan barang-barang yang tersisa dari reruntuhan.

Dikonfirmasi terpisah, Camat Widang, Joko Ludiono, menyatakan, sesuai data yang masuk padanya ada 301 unit rumah yang rusak dan 1 unit warung mengalami
kerusakan lumayan parah. Dari jumlah tersebut ada 5 unit rumah hancur akibat
terjangan angin.
 
"Kami minta warga bersabar karena kejadian ini adalah musibah. Siapapun tak
menginginkan musibah," kata Joko Ludiono, saat ditemui di lokasi bencana di  Desa Compreng. (fat/fat)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini