Sayang dalam razia target operasi itu nihil tak ditemukan apa-apa. Bahkan pengunjung tergolong sepi dibanding hari-hari biasa. Diduga, razia ini bocor. Saat menggelar razia, para petugas mengawalinya dengan 'kulo nuwun'.
"Mohon maaf, malam ini ada razia narkoba rutin. Jadi, mohon maaf kalau terganggu," kata Kasat Narkoba AKP Yusuf Anggy kepada pengunjung saat berada di lokasi Fajar Karaoke, Tretes.
Selain Fajar Karaoke, ada tiga diskotek diperiksa satu per satu. Karena tak menemukan apa-apa, petugas melanjutkan razia di beberapa ruas jalan yang dilalui kendaraan. Hasilnya juga sama, petugas tidak menemukan sebutir pun obat haram tersebut dari para pengendara motor dan mobil yang melintas meski sudah melakukan penggeledahan.
Meski begitu, pihak BNP tidak melihat hal itu sebagai kegagalan. Karena selain mentargetkan banyak tangkapan, razia itu juga bertujuan untuk menciptakan rasa takut di masyarakat.
"Selain berusaha menangkap para pengedar dan pengunaan di diskotek dan tempat-tempat hiburan, razia ini bertujuan untuk menciptakan rasa takut di masyarakat dan mempersempit peredaran dan pengunaan narkoba," terang Kepala Bidang Penegakan Hukum Badan Narkotika Provinsi Jawa Timur, Cahyo Widodo kepada detiksurabaya.com di lokasi.
Menurut Cahyo, razia itu merupakan program rutin BNP yang dilakukan di seluruh kabupaten di Jatim. Secara berkala, BNP bekerja sama dengan BNK (Badan Narkotika Kabupaten) dan polisi menggelar razia serupa di seluruh kabupaten di Jawa Timur.
"Dengan program ini, kami berharap jumlah peredaran dan penggunaan narkoba bisa turun tiap tahunnya. Ini adalah salah satu cara untuk itu," tandas Cahyo.
(fat/fat)











































