"Saya tidak setuju, apalagi menjadi dasar alasan hasil peneltian itu. Karena penelitian itu masih diragukan keakuratannya," ujar Rendra Kresna, kepada detiksurabaya.com di Pendopo Kabupaten Malang Jalan KH. Agus Salim, Senin (4/10/2010).
Menurut Rendra, dari segi agama, wacana itu sangat baik, apabila diterapkan. Disisi lain akan membawa dampak besar dari segi sosial di masyarakat. "Ini menyangkut privasi, dampaknya akan buruk jika hasilnya diketahui khalayak. Tapi dari segi agama wacana itu sangat baik dilakukan," beber politisi Partai Golkar ini.
Pendalaman nilai-nilai agama di sekolah masing-masing, lanjut Rendra, akan mempunyai dampak positif bagi siswa. Dan diharapakan para siswa akan menjaga diri agar tidak terhanyut untuk melakukan perbuatan negatif.
Seperti diberitakan, DPRD Kabupaten Malang mendukung wacana tes keperawanan saat PSB seperti yang digulirkan DPRD Jambi. Dukungan tersebut itu dilontarkan oleh anggota Komisi B DPRD Kabupaten Malang Samsul Hadi, yang mengacu pada hasil penelitian Balitbang Pemkab Malang pada Juni hingga Agustus 2010 dengan melibatkan 404 responden, yang mencatat 40 persen pelajar di Kabupaten Malang pernah melakukan hubungan seks.
(bdh/bdh)











































