100 Pasutri Dinikahkan Secara Massal

100 Pasutri Dinikahkan Secara Massal

- detikNews
Senin, 04 Okt 2010 12:54 WIB
100 Pasutri Dinikahkan Secara Massal
Malang - Suasana Pendopo Kabupaten Malang, Senin (4/10/2010) berbeda seperti hari biasanya. Pendopo yang biasanya digunakan untuk acara dinas pemkab, kali ini dipenuhi oleh pasangan suami istri (pasutri), yang akan mengikuti acara nikah massal.

Acara nikah massal yang digelar oleh Tim Penggerak PKK Kabupaten Malang ini dilakukan agar mereka tercatat secara resmi di Pengadilan Agama, karena sebelumnya hanya menikah secara siri.

Salah satu pasutri yang mengikuti acara ini yakni, Rasid (68) dan Ratemah (60), merupakan pasangan tertua dalam isbath nikah ini. Meski telah dikaruniai empat anak, warga Desa Tirtomoyo, Kecamatan Pakis, baru saat ini tercatat resmi sebagai pasangan suami istri.

Kepada detiksurabaya.com, dua buruh tani ini mengaku bahagia, karena telah
memiliki surat nikah. Mereka mengaku telah puluhan tahun menjalin hubungan
suami istri namun hanya menikah di bawah tangan.

"Kalau sudah begini, anak-anak saya bisa dapat akta kelahiran," terang Rasid.

Di hadapan media, pasangan ini menunjukkan kemesraan sebagai pengantin baru yang resmi tercatat. Dengan menyuapkan nasi tumpeng pemberian secara simbolis dari Bupati Malang Sujud Pribadi kepada istrinya Ratemah.

Meski malu pasangan hidup Rasid itu menerima suapan nasi kuning sembari mendapat dukungan tepuk tangan peserta lain.

Sementara, Tim Penggerak PKK Kabupaten Malang mengaku kegiatan ini dilakukan karena banyak warga belum tercatat resmi sebagai suami istri.

"Sebelumnya kami meminta semua kecamatan untuk mengirim data warga yang tidak
tercatat menikah secara resmi. Untuk dilangsungkan isbath nikah," terang Feny
Norman, Sekretaris Tim Penggerak PKK Kabupaten Malang.

Dari data yang dihimpun, terkumpul sebanyak 100 pasangan yang bakal mengikuti isbath nikah. Dari jumlah itu, 87 pasangan muslim dan 13 pasangan non muslim.

"Ada satu pasangan terpaksa ditolak oleh pengadilan agama, karena masih ada hubungan sedarah," terangnya.

(bdh/bdh)
Berita Terkait