Isak Tangis Kerabat Iringi Pemakaman Hartiono

Tabrakan KA di Pemalang

Isak Tangis Kerabat Iringi Pemakaman Hartiono

- detikNews
Minggu, 03 Okt 2010 16:22 WIB
Isak Tangis Kerabat Iringi Pemakaman Hartiono
Bojonegoro - Salah satu korban tewas dalam kecelakaan kereta api (KA) Argo Anggrek dan Senja Utama di Stasiun Petarukan, Pemalang, Jawa Tengah berasal dari Bojonegoro.

Hartiono (50) karyawan bagian perkreditan Bank BNI 46 Jakarta dimakamkan di kampung kelahiranya di Desa Ngulanan, Kecamatan Dander, Minggu (3/10/2010)

Hartiono yang menumpang kereta Senja Utama tujuan Semarang bermaksud pulang ke rumahnya di Solo, Jawa Tengah yang selama ini ditempati bersama istri dan 7 anaknya.

Pantauan detikSurabaya.com, jenazah Hartiono tiba di rumah orangtuanya di Desa Ngulanan RT 06/01 Kecamatan Dander pada pukul 03.45 WIB. Begitu ambulance tiba, tangis keluarga langsung pecah di rumah duka. Suasana kampung yang biasanya hening itu berubah jadi ajang tangis sanak saudara Hartiono.

"Dia (Hartiono) itu orangnya baik. Dia pendiam dan tidak banyak bicara kalau tidak hal penting," kata Marjan, adik ipar Hartiono.

Menurutnya berdasarkan kesepakatan semua keluarga, Hartiono dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) desa setempat berdekatan dengan makam kedua orangtuanya di sana.

"Setiap lebaran, semua keluarga berkumpul di Bojonegoro. Termasuk mas Hartiono juga lebaran ke-4 lalu datang ke Bojonegoro. Saat itu, kami bertemu terahir kalinya," tutur Marjan.

Setelah semua keluarga berkumpul di Bojonegoro, termasuk istri dan anak-anak korban. Jenazah Hartiono akhirnya dimakamkan di TPU desa setempat. Tangis harupun mengiringi keberangkatan jenazah sampai ditempatkan di persemayaman terahirnya. Bahkan, beberapa kerabat Hartiono terlihat pingsan karena tak kuat menahan kesedihan.

Menurut Marjan, sejak keberangkatanya ke Jakarta, keluarga di Bojonegoro sama sekali tidak ada firasat buruk terkait peristiwa nahas ini. Bahkan sejak dipindah ke Jakarta, Hartiono berjanji akan menyekolahkan ke-7 anaknya sampai perguruan tinggi.

"Sekarang ini baru tiga orang anaknya yang duduk dibangku kuliah. Dan semua anaknya, belum ada yang berkeluarga," tandasnya.

(wln/wln)
Berita Terkait