Acara yang digelar oleh Balai Penelitian Tanaman Hias (BALITHI) bersama Pemkab Malang di lapangan Desa/Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang, ini mampu menyedot peserta terbanyak.
Untuk menyukseskan rekor ini, BALITHI menyiapkan sebanyak 3.600 bahan baku bunga Krisan dari tiga varetas. Yakni Swara Kencana, Tirta Ayuni dan Kermit.
Sedangkan untuk pelengkap rangkaian bunga juga disiapkan 6 ribu tangkai daun dan 600 pot.
"Tiga varetas krisan, kami gunakan dalam pemecahan rekor MURI ini. Jumlahnya mencapai 3.600 bunga," terang penyelenggara Debora Herlina kepada
detiksurabaya.com di lokasi.
Para pelajar baik putra dan putri yang terlibat dalam acara ini terlebih dulu diberikan tips cepat merangkai bunga oleh panitia. Satu pot dengan tiga varetas krisan dan satu tangkai daun diberikan satu per satu ke peserta.
Dalam hitungan 30 menit, para pelajar ini harus sudah dapat merangkai bunga tersebut diatas pot basah yang disediakan. Sebagai alat penunjang satu buah pisau cater diberikan.
"Waktunya hanya 30 menit. Terserah mereka menyalurkan kreasinya masing-masing," ujarnya.
Penghargaan rekor MURI diberikan oleh perwakilan MURI Paulus Pangka kepada BALITHI dan Pemkab Malang. "Ini tercatat dalam rekor MURI untukĀ merangkai bunga dengan melibatkan peserta dan hasil terbanyak. Yakni 600 orang dengan waktu 30 menit saja," kata Paulus sebelum menyerahkan piagam MURI.
Rekor MURI ini juga menandai wilayah Kecamatan Poncokusumo sebagai daerah agribisnis tanaman hias.
(fat/fat)











































