Wagub Jatim: Bukan Prioritas Tes Keperawanan Saat PSB

Wagub Jatim: Bukan Prioritas Tes Keperawanan Saat PSB

- detikNews
Sabtu, 02 Okt 2010 13:32 WIB
Kediri - Wacana tes keperawanan dalam Penerimaan Siswa Baru (PSB) yang digulirkan DPRD Kabupaten Malang, mengundang pro dan kontra masyarakat Jatim. Wakil Gubernur Syaifullah Yusuf menyatakan tak sependapat dan bukan prioritas untuk dijalankan.

"Terlepas dari saya sependapat apa tidak, saya ingin tanya, apa itu penting dan prioritas untuk dilakukan," kata Gus Ipul, sapaan akrab Syaifullah Yusuf saat ditanya wartawan tentang tes keperawanan dalam PSB, usai sidak penambang pasir mekanik di Kota Kediri, Sabtu (2/10/2010).

Gus Ipul menjelaskan, masih banyak hal lain agenda PSB yang harus diperbaiki, dari pada sebatas mengetahui kondisi keperawanan calon siswa perempuan. "Terus seandainya ada yang tidak perawan tidak boleh sekolah? Seperti tidak ada kerjaan saja kalau itu harus dilakukan," tegasnya.

Pria yang juga Ketua GP Anshor tersebut mengatakan, pemerintah harus bisa
memberikan hak yang sama kepada warganya untuk menikmati layanan pendidikan secara merata tanpa adanya diskriminasi. Pendidikan, yang nantinya bisa menjadikan anak bangsa pandai, dianggap lebih penting dalam upaya perbaikan moral.

"Sing penting yok opo kabeh iso sekolah, ben oleh ilmu supoyo iso jogo keperawanane. Lhak ya ngono to sing bener. (Yang penting bagaimana semua bisa sekolah, supaya pandai dan bisa menjaga keperawanannya. Kan seperti itu yang benar)," pungkas Gus Ipul.

Sebelumnya, DPRD Kabupaten Malang mendukung adanya wacana tes keperawanan kepada calon siswa perempuan di setiap agenda PSB.Wacana tersebut digulirkan setelah Badan Penelitian dan Pengembangan mengumumkan hasil penelitian, 40% pelajar perempuan setingkat SMA pernah melakukan hubungan layaknya suami istri. (fat/fat)
Berita Terkait