Menurut Irwanto, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 17.30 WIB, Rabu (29/9/2010). Kondisi cuaca yang mendung, angin tiba-tiba datang dan berputar-putar kencang.
"Suaranya keras sekali. Dan tiba-tiba menghantam sejumlah rumah yang ada di sini. Termasuk rumah saya." kata Irwanto di lokasi kejadian.
Untungnya, sesaat sebelum angin datang sebagian besar warga sudah keluar dari rumah untuk menyelematkan diri. Termasuk Irwanto bersama istri dan tiga anaknya yang tinggal di rumah berukuran 5x11 meter yang terbuat dari kayu tersebut. "Tidak ada korban jiwa. Soalnya, ketika mendengar angin kencang datang, semua warga keluar rumah," tuturnya.
Sesaat setelah angin berlalu, hujan deras mengguyur daerah tersebut. Warga yang rumahnya telah menjadi korban terpaksa mengungsi di rumah tetangga yang tidak ikut rusak akibat angin kencang itu.
Beberapa puluh menit kemudian, hujan mulai reda. Warga yang rumahnya rusak berusaha mengais sisa-sisa barang berharga di reruntuhan. Terutama Irwanto dan istrinya yang terlihat sibuk menyisir setiap sudut tempat tinggalnya yang telah roboh. Sejumlah warga juga terlihat ikut gotong royong untuk memperbaikan rumah yang rusak.
(wln/wln)











































