Informasi yang dihimpun detiksurabaya.com, korban meninggal tanggal 23 Agustus 2010 lalu, saat menjaring ikan di perairan Pulau Sapeken bersama 4 teman lainnya.
Keesokan harinya, jenazah sampai di rumah duka dan dimakamkan di tempat pemakaman yang tak jauh dari tempat tinggalnya. Pihak keluarga sempat mencurigai kondisi mayat saat dimandikan.
Menurut anak korban, Imam (20) warga setempat, kepala bagian belakang korban hancur dan tulang leher patah. "Saya menduga meninggal karena dibunuh," ujar Imam pada wartawan di sela-sela pembongkaran makam, Rabu (29/9/2010).
Pihak keluarga kemudian memutuskan jika korban dibunuh dan harus diselesaikan secara hukum, sehingga merelakan kuburan korban dibongkar. Meski dia tidak tahu motif dan siapa yang membunuh.
Namun, diketahui korban mencari ikan bersama 4 nelayan lain yakni Madun dan Cali (anak kandung Madun) dan Tolak. Ketiganya warga Desa Gerujugan, Kecamatan Dongkek serta Bakar warga Jadung. "Saya minta pelaku pembuh bapak terungkap dan dihukum yang setimpal," pungkasnya.
(wln/wln)











































