"Saya malu karena menikah dengan orang yang sudah hamil," kata pelaku saat ditanya detiksurabaya.com, Senin (27/9/2010).
Menurut pelaku, rasa malu itu disebabkan ia sering diejek teman-temannya karena akan menikah dengan wanita yang sudah hamil terlebih dulu sebelum melangsungkan pernikahan.
"Teman-teman saya sering mengejek saya," katanya saat diapit oleh Kapolres Pasuruan AKBP Sahardiantono dan Kasat Reskrim AKP Indra Mardiana.
Meskipun bayi yang dikandung korban adalah anaknya sendiri, pelaku yang merupakan kakak kelas korban saat sekolah di SMKN Pasuruan nekat membunuh calon istrinya itu. Selain karena karena merasa tak tahan dengan ejekan teman-temannya. Ia juga merasa bingung dengan pernikahan yang akan dihadapinya.
"Saat itu saya bingung sekali," kata Imron yang mengaku pengganguran tersebut.
Semantara itu Kasat Reskrim Polres Pasuruan, AKP Indra Mardiana, mengatakan setelah melakukan pembunuhan, pelaku langsung pulang ke rumah. Ia bahkan masih sempat membantu orang tuanya yang sedang sibuk membuat aneka kue untuk pernikahannya dengan korban.
"Iya, pelaku masih sempat membantu persiapan pernikahannya dengan korban di
rumahnya," ungkap Kasat Reskrim.
(bdh/bdh)










































