Alasan pelaku membunuh calon istrinya itu terungkap usai dilakukan rekonstruksi, Senin (27/9/2010). Pelaku mengaku malu diejek teman-temannya, karena punya calon istri sudah hamil 8 bulan, meski kehamilan Devi merupakan hasil perbuatannya.
"Waktu itu saya sangat bingung," kata Syaiful Imron (20) singkat, usai rekonstruksi di bekas pabrik meubel.
Rekonstruksi diawali dengan adegan pelaku dan korban datang ke TKP membawa sepeda motor Yamaha Vega. Selanjutnya korban turun dan langsung masuk ke gedung yang kemudian disusul pelaku. Di gedung yang sepi tersebut, korban dan pelaku melakukan hubungan badan.
Setelah melakukan hubungan suami-istri pelaku langsung mencekik leher korban. Mendapat perlakuan seperti itu, korban pun melawan dan sempat memberikan cakaran di wajah pelaku. Namun karena posisinya di bawah, korban pun tidak bisa berbuat apa-apa saat pelaku terus mencekiknya dan membekap mulutnya.
Sebenarnya korban sempat meraih handphone, namun dengan sigap pelaku langsung membuang handphone tersebut. Jengkel mendapat perlawanan, pelaku pun membalik tubuh korban yang sudah lemas karena selain telah melakukan hubungan badan juga sudah lama dicekik dan ditunggangi pelaku.
Setelah tubuh korban dibalikan, pelaku langsung menjerat leher korban dengan jilbab milik korban dengan sekuat tenaga. Karena korban belum mati, pelaku pun memukuli dan menendang kepala korban beberapa kali. Untuk memastikan korbannya telah mati, pelaku pun mememeriksa nadi korban.
Setelah dipastikan sudah tak bernyawa, ia pun meninggalkan korban yang tak lain adalah calon istrinya itu dalam keadaan tidak menggunakan celana.
"Ada sekitar 60 adegan dalam rekonstruksi ini," terang Kapolres Pasuruan, AKBP Sahardiantono kepada detiksurabaya.com di lokasi rekonstruksi.
(bdh/bdh)











































